GAPEMBI Jatim Dukung Reformasi BGN, Minta Dapur MBG yang Sudah Layak Segera Dioperasikan

SUARAMALANG.COM, Jawa Timur – Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Jawa Timur menyatakan dukungan penuh terhadap sembilan poin reformasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) di bawah kepemimpinan Kepala BGN Nanik S. Deyang.

Ketua GAPEMBI Jawa Timur, H. Makhrus Sholeh, menilai reformasi tersebut penting untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan MBG sekaligus memastikan bantuan benar-benar diterima kelompok yang membutuhkan.

Di sisi lain, ia meminta BGN segera mengaktifkan dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah memenuhi persyaratan teknis dan telah selesai dibangun. Informasi mengenai perkembangan program dapat diikuti melalui tag Makan Bergizi Gratis.

GAPEMBI Dukung Fokus pada Kualitas dan Kelompok Prioritas

Makhrus menyebut perubahan orientasi dari kuantitas menuju kualitas menjadi langkah yang tepat. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat memperkuat upaya penurunan angka stunting di Indonesia.

Ia juga mendukung kebijakan BGN yang memprioritaskan kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, serta anak sekolah hingga usia sembilan tahun atau jenjang SD.

“Kelompok 3B memang membutuhkan intervensi gizi lebih besar. Karena itu, kami menilai kebijakan tersebut sudah tepat sasaran,” ujar Makhrus, Kamis (11/6/2026).

Minta Dapur yang Sudah Jadi Tidak Terlantar

Meski mendukung moratorium pembangunan dapur baru, GAPEMBI meminta BGN memberikan kepastian bagi mitra yang telah menyelesaikan pembangunan SPPG.

Makhrus menjelaskan banyak anggota GAPEMBI telah menginvestasikan dana besar untuk membangun fasilitas sesuai arahan pemerintah.

Menurutnya, nilai investasi setiap titik SPPG berkisar antara Rp1,5 miliar hingga Rp2,1 miliar. Karena itu, penghentian operasional tanpa kejelasan berpotensi merugikan mitra.

“Banyak dapur anggota kami sudah selesai 100 persen tetapi belum bisa beroperasi. Kami berharap BGN mengambil keputusan secara profesional dan bijaksana,” katanya.

Ribuan SPPG Sudah Beroperasi di Jawa Timur

Makhrus menyebut hingga Juni 2026 terdapat sekitar 4.086 SPPG yang telah beroperasi di Jawa Timur.

Sebagai mitra strategis BGN, GAPEMBI berkomitmen mengawasi operasional dapur MBG agar berjalan sesuai standar keamanan pangan dan kualitas gizi.

Organisasi tersebut juga terus mendorong prinsip zero kesalahan dalam penyelenggaraan layanan pemenuhan gizi di berbagai daerah. Berbagai informasi terbaru mengenai kebijakan BGN dapat diikuti melalui tag Badan Gizi Nasional.

Sembilan Reformasi Program MBG Jadi Fokus Baru BGN

Dalam reformasi terbaru, BGN memprioritaskan penataan ulang sasaran penerima manfaat dengan fokus pada kelompok 3B dan siswa sekolah dasar.

Selain itu, lembaga tersebut memberlakukan moratorium pembangunan dapur baru, mengevaluasi kualitas SPPG yang telah berdiri, memperkuat layanan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta melakukan pemetaan kebutuhan dapur berdasarkan data riil.

BGN juga membuka peluang pembiayaan di luar APBN melalui CSR, hibah, dan investasi swasta, mengoptimalkan fasilitas yang sudah tersedia, memperkuat koordinasi lintas lembaga, serta mengubah orientasi program dari sekadar mengejar jumlah penerima menjadi memastikan dampak gizi yang nyata.

Menurut GAPEMBI Jawa Timur, reformasi tersebut dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis selama diikuti kepastian kebijakan bagi mitra yang telah membangun SPPG sesuai ketentuan.

Exit mobile version