Haji Her Akui Gelontorkan Rp38 Miliar untuk Dukung Khofifah di Pilgub Jatim

SUARAMALANG.COM, Pamekasan – Pengusaha asal Pamekasan, Madura, Khairul Umam atau yang dikenal sebagai Haji Her, mengaku menggelontorkan dana pribadi sebesar Rp38 miliar untuk membantu pemenangan Khofifah Indar Parawansa pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur. Pengakuan tersebut disampaikan secara terbuka saat peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Jawa Timur di Kabupaten Pamekasan, Selasa (21/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Haji Her menegaskan dukungannya kepada Khofifah didasari keyakinan terhadap kepemimpinan gubernur Jawa Timur tersebut. Ia juga menyatakan tidak pernah meminta imbalan ataupun penggantian dana yang telah dikeluarkannya setelah Khofifah terpilih.

Pengakuan tersebut kemudian menjadi perhatian publik dan memunculkan beragam respons. Di satu sisi, pernyataan itu dipandang sebagai bentuk loyalitas terhadap sosok pemimpin yang diyakini mampu membawa Jawa Timur lebih baik. Di sisi lain, besarnya nilai dana yang disebutkan turut memunculkan diskusi mengenai transparansi pembiayaan politik dalam kontestasi elektoral.

Haji Her Sebut Tak Pernah Meminta Imbalan

Di hadapan Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Haji Her mengungkapkan dirinya menghabiskan sekitar Rp38 miliar untuk mendukung Khofifah saat mengikuti Pilgub Jawa Timur.

“Saya dulu habis-habisan dukung gubernur ini, Bu Khofifah. Saya yakin Bu Khofifah ini orang baik. Karena Bu Khofifah ini tidak punya uang, mencari sponsor ke saya. Saya habis Rp38 miliar lho ke Bu Khofifah ini,” ujar Haji Her.

Meski telah mengeluarkan dana dalam jumlah besar, Haji Her menegaskan dirinya tidak pernah meminta uang tersebut dikembalikan maupun mengharapkan balas jasa dalam bentuk jabatan, proyek, atau kepentingan lainnya.

“Saya tidak minta apa-apa. Enggak usah diganti uang saya itu, cukup pimpin Jawa Timur dengan baik. Saya titip pondok-pondok pesantren. Tanyakan ke Bu Khofifah, tidak pernah kita minta yang aneh-aneh,” katanya.

Ia juga menyebut sikap serupa diterapkan kepada pejabat lain yang dikenalnya. Menurutnya, hubungan yang dibangun selama ini tidak pernah dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan pribadi.

Dukungan Dinilai Bentuk Loyalitas dan Tradisi Filantropi

Pengakuan Haji Her memicu beragam tanggapan di ruang publik. Salah satunya datang dari Ketua Aliansi Pemerhati Politik Sosial Kemasyarakatan sekaligus kader Nahdlatul Ulama (NU) Madura, H. Norman Fauzi, yang menilai tindakan tersebut merupakan bentuk loyalitas dan semangat pengorbanan yang telah lama hidup di tengah masyarakat Madura.

Menurut Norman Fauzi, masyarakat Nahdliyin di wilayah Madura dan Tapal Kuda memiliki tradisi gotong royong, solidaritas, serta pengorbanan dalam mendukung tokoh yang diyakini mampu membawa manfaat bagi masyarakat.

“Warga Nahdliyin, khususnya di wilayah Tapal Kuda dan Madura, memiliki rasa bangga yang berakar pada semangat berkorban dan berjuang bersama. Sikap heroik ini tidak hanya terlihat di tingkat elite, tetapi justru lebih mengakar di kalangan akar rumput,” ujarnya, Sabtu (25/7/2026).

Ia menambahkan, budaya kedermawanan juga berkembang di lingkungan pondok pesantren di berbagai daerah di Jawa Timur. Menurutnya, semangat tersebut merupakan modal sosial yang telah menjadi bagian dari karakter masyarakat Madura.

Muncul Diskusi soal Transparansi Pendanaan Politik

Di sisi lain, pengakuan mengenai besarnya dana yang digunakan dalam kontestasi politik juga memunculkan diskusi mengenai transparansi dan akuntabilitas pembiayaan pemilihan kepala daerah.

Dalam keterangan yang disampaikan melalui Obor Rakyat, Norman Fauzi mengajak masyarakat melihat persoalan tersebut secara proporsional. Ia berharap loyalitas dan ketulusan masyarakat Madura tidak dimaknai sebagai bahan spekulasi politik yang dapat memecah belah masyarakat.

“Tirulah loyalitas Haji Her dan masyarakat Madura lainnya yang berjuang secara tulus demi NU dan demi lahirnya pemimpin yang membina wilayah. Fokus kita seharusnya mengadopsi semangat perjuangannya, bukan mencari-cari celah kesalahan,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat tanggapan resmi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa maupun penyelenggara pemilu terkait pengakuan Haji Her mengenai besaran dana yang disebut telah dikeluarkan untuk mendukung pemenangan Pilgub Jawa Timur. Pernyataan mengenai nilai dana tersebut merupakan pengakuan yang disampaikan langsung oleh Haji Her dalam forum Harkopnas di Pamekasan.

Exit mobile version