SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Rencana masuknya investor untuk mengembangkan kawasan wisata Pantai Ngliyep disambut positif oleh Pemerintah Kabupaten Malang. Kehadiran investor dinilai menjadi peluang mempercepat pengembangan destinasi wisata yang selama ini terkendala keterbatasan anggaran daerah.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, mengatakan proses investasi saat ini masih berada pada tahap awal. Investor baru melakukan penjajakan dengan meninjau langsung kondisi lapangan serta mempelajari potensi kawasan wisata tersebut.
Menurut Firmando, tahapan tersebut merupakan proses lazim sebelum investor memutuskan melanjutkan investasi. Setelah penjajakan selesai, proses akan berlanjut ke pembahasan lintas organisasi perangkat daerah (OPD), perizinan, hingga penyusunan nota kesepahaman (MoU).
Investor Masih Lakukan Kajian Awal
Firmando menjelaskan, hasil survei dan perhitungan investasi yang dilakukan investor masih bersifat internal sehingga belum dapat dipublikasikan kepada masyarakat.
“Secara garis besar memang masih dalam taraf penjajakan. Nanti ada beberapa hal yang memang harus dikomunikasikan dengan OPD,” katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (4/7/2026).
Ia menambahkan, investor telah melakukan pengamatan secara menyeluruh terhadap kawasan Pantai Ngliyep, termasuk menghitung berbagai aspek yang berkaitan dengan rencana investasi.
“Intinya investor datang, melihat, menghitung, dan lain sebagainya. Akhirnya ditemukan potensi-potensi itu, tetapi datanya memang belum bisa dibuka ke publik,” ujarnya.
Pemkab Siap Memfasilitasi Investasi
Disparbud menegaskan perannya lebih kepada memfasilitasi agar proses investasi dapat berjalan sesuai ketentuan. Koordinasi dengan OPD terkait akan dilakukan sebelum seluruh proses administrasi dan kerja sama diselesaikan.
Firmando mengatakan semakin banyak investor yang berinvestasi di sektor pariwisata, semakin besar peluang Kabupaten Malang memiliki destinasi wisata yang lebih kompetitif.
“Kami hanya memfasilitasi agar investasi itu bisa terjadi. Semakin banyak investor yang masuk tentu semakin bagus bagi Kabupaten Malang,” tuturnya.
Keterbatasan Anggaran Jadi Tantangan
Firmando mengakui kemampuan pemerintah daerah untuk mengembangkan destinasi wisata masih terbatas karena faktor anggaran. Karena itu, keterlibatan pihak swasta dinilai menjadi solusi mempercepat pembangunan kawasan wisata unggulan.
Menurutnya, investasi akan membuka ruang bagi pengembangan fasilitas wisata yang lebih optimal dibanding jika hanya mengandalkan anggaran pemerintah.
“Dengan anggaran yang ada, kami belum mampu menciptakan pengembangan yang lebih maksimal. Karena itu perlu ada investor,” katanya.
Meski demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan investor setelah mempertimbangkan nilai investasi, komitmen kerja sama, hingga proyeksi keuntungan yang akan diperoleh.
Diharapkan Dongkrak Wisata dan PAD
Apabila investasi terealisasi, Disparbud berharap Pantai Ngliyep mampu menghadirkan daya tarik baru yang meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Malang.
Peningkatan kunjungan wisata diharapkan tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Dengan adanya investasi baru dan daya tarik wisata baru, wisatawan akan semakin ramai datang ke Kabupaten Malang. Ketika wisatawan datang, tentu akan terjadi perputaran uang yang pada akhirnya dapat meningkatkan PAD dan menyejahterakan masyarakat Kabupaten Malang,” pungkas Firmando.
