Jatim Raih Penghargaan Kemendagri atas Penurunan Pengangguran, TPT Turun Jadi 3,55 Persen

SUARAMALANG.COM, Yogyakarta – Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih penghargaan Terbaik I kategori Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri di Yogyakarta Marriott Hotel.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam acara yang berlangsung pada Kamis (4/6/2026). Selain menerima penghargaan, Pemprov Jatim juga memperoleh insentif fiskal sebesar Rp3 miliar dari pemerintah pusat.

TPT Jawa Timur Lebih Baik dari Nasional

Gubernur Khofifah mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan di Jawa Timur.

“Alhamdulillah, untuk penurunan angka pengangguran Jawa Timur mendapatkan apresiasi ini. Ini hasil kerja semua lini dan semua elemen, dunia usaha serta dunia industri,” ujar Khofifah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, Tingkat Pengangguran Terbuka pada Februari 2026 tercatat sebesar 3,55 persen. Angka tersebut turun dibandingkan Februari 2025 yang berada di level 3,61 persen.

Capaian itu juga lebih baik dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 4,68 persen. Dalam lima tahun terakhir, tren pengangguran di Jawa Timur terus menunjukkan penurunan, dari 5,17 persen pada Februari 2021 menjadi 3,55 persen pada Februari 2026.

Penguatan Vokasi Dinilai Berhasil

Khofifah menilai salah satu faktor yang berkontribusi terhadap penurunan pengangguran adalah semakin kuatnya hubungan antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja.

Menurutnya, program link and match antara sekolah vokasi dan dunia industri mulai menunjukkan hasil yang signifikan, khususnya bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Penurunan pengangguran lulusan SMK sangat signifikan. Ini menunjukkan bahwa penguatan link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri semakin efektif,” katanya.

Data BPS menunjukkan TPT lulusan SMK di Jawa Timur turun dari 5,87 persen pada Februari 2025 menjadi 5,73 persen pada Februari 2026. Dengan capaian tersebut, lulusan SMK tidak lagi menjadi kelompok penyumbang pengangguran tertinggi di Jawa Timur.

Program Magang dan Kerja ke Luar Negeri Diperluas

Pemprov Jawa Timur juga terus memperkuat sinergi antara sekolah vokasi, lembaga pelatihan kerja, perguruan tinggi, serta dunia usaha dan industri melalui berbagai program ketenagakerjaan.

Program tersebut meliputi pelatihan berbasis kompetensi, magang industri, hingga perluasan peluang kerja di luar negeri melalui kerja sama dengan 13 negara tujuan penempatan tenaga kerja.

“Upaya membuka kesempatan kerja terus kami lakukan melalui kolaborasi dengan dunia usaha, dunia industri, dan perguruan tinggi. Bahkan saat ini Jawa Timur telah menjalin kerja sama penempatan tenaga kerja dengan 13 negara tujuan, termasuk membuka peluang kerja luar negeri bagi lulusan SMK,” ungkap Khofifah.

Pada 2026, sebanyak 4.920 peserta dari 112 SMK dan lembaga kursus serta pelatihan mengikuti program magang dan peluang kerja luar negeri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.617 peserta telah lolos seleksi dan memperoleh Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Jumlah Penduduk Bekerja Meningkat

Selain penurunan tingkat pengangguran, indikator ketenagakerjaan lainnya juga menunjukkan perkembangan positif. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Jawa Timur meningkat menjadi 74,78 persen atau naik 0,53 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, jumlah penduduk bekerja mencapai 24,25 juta orang atau bertambah sekitar 388 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Khofifah menegaskan insentif fiskal yang diterima dari pemerintah pusat akan dimanfaatkan untuk memperkuat program pembangunan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

“Insentif fiskal yang diberikan pemerintah pusat akan kami optimalkan untuk memperkuat program-program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama peningkatan kualitas SDM, pengembangan kewirausahaan, perluasan kesempatan kerja, dan penguatan ekosistem investasi yang mampu menyerap tenaga kerja secara luas,” tegasnya.

Penghargaan Jadi Motivasi Tingkatkan Kesejahteraan

Menurut Khofifah, tantangan ketenagakerjaan ke depan akan semakin kompleks sehingga membutuhkan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, dunia usaha, dunia industri, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

Ia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan ketenagakerjaan di Jawa Timur.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan ketenagakerjaan. Kolaborasi dan inovasi harus terus diperkuat agar kesempatan kerja semakin terbuka dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” ujarnya.

Di akhir keterangannya, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam upaya menurunkan angka pengangguran di Jawa Timur.

“Penghargaan ini adalah milik seluruh masyarakat Jawa Timur. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari sinergi besar dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang semakin kuat, produktif, dan berdaya saing,” pungkasnya.(*/Riyanto)

Exit mobile version