Kemendikdasmen Luncurkan 16 Produk Bahasa dan Sastra, Perkuat Literasi hingga Bahasa Daerah

Kemendikdasmen melalui Badan Bahasa meluncurkan produk kebahasaan dan kesastraan dalam puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2026 di Jakarta, Rabu (28/10/2026). Foto: Dok. Kemendikdasmen)

SUARAMALANG.COM, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan 16 produk kebahasaan dan kesastraan serta dua program Wiyata Kinarya dalam puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2026. Inisiatif ini ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan berkualitas, meningkatkan literasi, serta memperkuat kompetensi berbahasa Indonesia.

Peluncuran yang digelar melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) itu berlangsung di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mendorong kebanggaan masyarakat terhadap bahasa Indonesia, terutama di kalangan generasi muda.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan, bahasa Indonesia perlu terus digunakan dan dikembangkan dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari komunikasi sehari-hari hingga karya seni dan penulisan ilmiah.

“Melalui peringatan dan puncak Bulan Bahasa ini, kami berusaha untuk makin banyak masyarakat, terutama generasi muda, yang semakin bangga menggunakan bahasa Indonesia baik dalam komunikasi sehari-hari, ekspresi seni, penulisan karya ilmiah, dan berbagai hal yang positif lainnya,” ujar Mu’ti.

Ratusan Bahan Bacaan untuk Berbagai Jenjang

Produk yang diluncurkan mencakup kamus, buku terjemahan, karya sastra, bahan bacaan literasi, serta dokumen pengembangan bahasa. Sejumlah produk dirancang untuk mendukung kebutuhan pendidikan, termasuk bagi anak usia dini, siswa sekolah dasar, dan murid berkebutuhan khusus.

Di antara produk tersebut terdapat Kamus Sinonim-Antonim untuk Pelajar, Kamus Kata Asing Populer untuk Pelajar, antologi terjemahan cerita anak, serta 25 komik alih wahana karya sastra. Badan Bahasa juga meluncurkan 30 bahan bacaan yang memuat peningkatan literasi dan numerasi bagi anak PAUD dan SD melalui media komik.

Baca Juga:  Ketua PPA UB Ajak Masyarakat Maknai Idul Adha sebagai Pembelajaran Pengorbanan

Selain itu, terdapat 50 bahan bacaan literasi bermutu untuk jenjang C dan D, 80 buku terjemahan cerita anak berbahasa asing untuk tujuan diplomasi, 130 buku terjemahan cerita anak berbahasa Indonesia, serta 300 bahan bacaan bermutu untuk murid berkebutuhan khusus.

Pengembangan bahasa juga diarahkan ke tingkat internasional melalui Buku Peta Jalan Penginternasionalan Bahasa Indonesia dan Buku Indeks Penginternasionalan Bahasa Indonesia. Produk lainnya meliputi rekomendasi Kongres Bahasa Daerah serta Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 24 Tahun 2026 tentang Indeks Pembangunan Kebahasaan.

Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin berharap peluncuran berbagai produk tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap bacaan berkualitas sekaligus meningkatkan kesadaran berbahasa Indonesia.

Ia juga mengajak masyarakat menerapkan semangat Trigatra Bangun Bahasa, yakni mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, media massa, organisasi profesi, dan masyarakat.

Penghargaan bagi Sastrawan dan Media

Puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2026 turut diisi dengan pemberian penghargaan kepada pelaku sastra, media massa, instansi pemerintah, dan mitra pelestarian bahasa daerah.

Penghargaan Sastra Kemendikdasmen 2026 diberikan kepada Nukila Amal untuk kategori novel, Heru Joni Putra untuk kumpulan puisi, Raudal Tanjung Banua untuk kumpulan cerpen, Iswadi Pratama untuk naskah drama, serta Sutejo untuk kumpulan esai atau kritik sastra.

Baca Juga:  Guru Besar UB Soroti Pengaturan Celah Energi Material 2D, Kepala BPS Kota Malang Tekankan Pentingnya Data untuk Pembangunan

Sementara itu, penghargaan penggunaan bahasa Indonesia terbaik di media massa daring diberikan kepada Seputarpapua.com, Tempo.co, dan Tribunnews.com. Provinsi Jawa Barat menerima Penghargaan Adibahasa, sedangkan Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Provinsi Papua Barat mendapat penghargaan sebagai mitra strategis pelestarian bahasa daerah.

Penghargaan juga diberikan kepada sejumlah kementerian dan unit kerja Kemendikdasmen atas penggunaan bahasa Indonesia dalam surat dan naskah dinas.

Mengusung tema “Bahasa Indonesia Bermartabat; Indonesia Berdaulat”, peringatan tahun ini menegaskan pentingnya pengembangan bahasa Indonesia yang berjalan beriringan dengan pelestarian bahasa daerah dan penguasaan bahasa asing. Melalui produk bacaan, program pendidikan, dan apresiasi bagi para pelaku bahasa, Kemendikdasmen mendorong bahasa menjadi bagian penting dari peningkatan mutu pendidikan dan kebudayaan nasional.