SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperkuat kapasitas riset sains melalui kolaborasi internasional dengan menghadirkan ilmuwan Austria dalam forum “Sharing Session: Microbial Growth and Data Analysis” pada Senin (20/4/2026), sebagai langkah strategis menuju daya saing global.
Kolaborasi Internasional Perkuat Riset Bioreaktor
Forum ilmiah ini menghadirkan Edo Damilyan dan Catalin Rusnac, yang memaparkan perkembangan teknologi bioreaktor modern serta aplikasinya dalam riset mikrobiologi.
Dalam paparannya, Edo menjelaskan konsep pertumbuhan sel mikroba dengan pendekatan analogi sistem ekonomi, yang menekankan efisiensi dalam mengelola sumber daya untuk menghasilkan output optimal.
“Biologi sel mengandung banyak proses ekonomi, di mana sel mengubah input menjadi output di bawah batasan tertentu untuk memaksimalkan keuntungan pertumbuhannya,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kondisi steady-state dalam penelitian, terutama untuk memastikan akurasi dalam produksi metabolit aktif, yang banyak digunakan dalam bidang farmasi dan bioteknologi.
Teknologi Bioreaktor Otomatis dan Arah Global UMM
Sementara itu, Catalin memperkenalkan teknologi bioreaktor otomatis berbasis open-source melalui prototipe RepliFactory, yang memungkinkan eksperimen berjalan secara mandiri dalam jangka panjang.
“Dengan alat ini, kita dapat menjalankan program eksperimen simulasi selama berminggu-minggu secara otomatis, dan memantaunya langsung dari mana saja melalui koneksi internet,” jelasnya.
Demonstrasi ini menunjukkan bagaimana sensor optical density mampu memantau pertumbuhan sel secara real-time, sekaligus membuka peluang riset lanjutan terkait mutasi genetik adaptif.
Wakil Rektor V UMM, Tri Sulistyaningsih, menilai kegiatan ini sebagai pijakan awal untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia akademik, khususnya dalam metodologi riset berbasis teknologi.
Ia menambahkan, kolaborasi semacam ini diharapkan mendorong dosen untuk melanjutkan studi ke jenjang doktoral di luar negeri sekaligus membuka peluang riset bersama lintas negara.
Senada, Wakil Rektor IV UMM, Muhammad Salis Yuniardi, menegaskan bahwa penguatan riset eksakta akan menjadi pilar utama dalam meningkatkan publikasi ilmiah berstandar internasional.
Menurutnya, pengajar perlu memperluas wawasan global dan menguasai kompetensi teknis agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Langkah ini menandai komitmen UMM dalam membangun ekosistem riset yang adaptif dan inovatif, sekaligus menjembatani kebutuhan akademik dengan perkembangan teknologi global yang semakin dinamis.























