SUAMALANG.COM, Kota Malang – Kenaikan harga sejumlah bahan pokok mulai dirasakan di Kota Malang. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang pun menyiapkan langkah cepat untuk mengantisipasi lonjakan tersebut.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pihaknya saat ini tengah membahas kondisi tersebut bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Rapat koordinasi juga dilakukan bersama pemerintah pusat.
“Ya, kemarin dan hari ini kita rapatkan TPID yang dipimpin Mendagri. Kita mengantisipasi karena dampak global membuat harga bahan pokok mulai merayap naik,” ujar Wahyu.
Koordinasi Pusat Jadi Kunci
Ia menjelaskan, Pemkot Malang masih menunggu arahan lanjutan dari pemerintah pusat terkait langkah konkret yang harus diambil. Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan kembali mengikuti rapat koordinasi secara daring.
“Setelah ini saya akan ikut Zoom lagi untuk mengetahui langkah-langkah apa yang harus kita lakukan,” imbuhnya.
Meski demikian, TPID Kota Malang telah menyiapkan sejumlah skenario untuk menekan kenaikan harga. Salah satunya dengan melakukan pemantauan langsung ke pasar-pasar tradisional.
“Kita akan cek langsung ke pasar, melihat harga apa saja yang naik drastis dan mencari tahu penyebabnya,” jelas Wahyu.
Siapkan Intervensi dan Subsidi
Menurutnya, intervensi akan dilakukan berdasarkan penyebab kenaikan harga di lapangan. Namun, hingga saat ini data detail masih terus dikumpulkan.
“Selama ini pantauan kita memang ada sedikit kenaikan. Tapi nanti kita pastikan lagi saat peninjauan langsung,” katanya.
Wahyu juga menegaskan bahwa pemerintah berupaya menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil di tengah kenaikan harga.
“Kita menunggu arahan pusat agar intervensi yang dilakukan tepat, sehingga daya jangkau beli masyarakat tetap terjaga,” tuturnya.
Ia mengakui, salah satu faktor yang memengaruhi kenaikan harga adalah kondisi global, termasuk konflik di Timur Tengah.
“Ya, salah satunya memang dampak dari Timur Tengah,” ungkap Wahyu.
Sebagai langkah intervensi, Pemkot Malang membuka peluang pemberian subsidi untuk sejumlah komoditas bahan pokok. Skema tersebut disiapkan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).
“Intervensi bisa melalui subsidi agar harga bisa ditekan. Kita siapkan dari BTT, tapi tetap menunggu arahan apakah itu diperbolehkan,” jelasnya.
Menurut Wahyu, penggunaan BTT tidak hanya untuk kondisi darurat bencana, tetapi juga bisa digunakan untuk menjaga stabilitas ekonomi.
“BTT ini untuk kegiatan tertentu, termasuk menjaga stabilitas perekonomian,” katanya.
Minyakita Mulai Sulit Ditemukan
Sementara itu, terkait kelangkaan Minyakita di pasaran, Pemkot Malang mengaku telah berkoordinasi dengan Bulog. Namun, penyebab pasti masih akan ditelusuri lebih lanjut.
“Kita akan koordinasi lagi kenapa Minyakita ini agak sulit didapat. Setelah dapat arahan, kita akan cek langsung ke lapangan,” ujarnya.
Pemkot Malang memastikan akan segera mengambil langkah konkret setelah mendapatkan arahan dari pemerintah pusat, termasuk melibatkan berbagai pihak seperti Bulog dan kementerian terkait.























