SUARAMALANG.COM, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Lumbung Informasi Rakyat (DPP LIRA) angkat bicara terkait insiden penyiraman air keras yang menimpa aktivis Kontras, Andrie Yunus. Presiden LIRA, Andi Syafrani, mengutuk keras peristiwa tersebut dan menyebutnya sebagai upaya nyata untuk membungkam kebebasan berekspresi di tanah air.
Menurut Andi, serangan ini bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan ancaman serius bagi fondasi demokrasi Indonesia yang sedang diuji.
”Tindakan pengecut para pelaku penyiraman air keras kepada Andrie Yunus merupakan perbuatan tercela yang mencoba membungkam kebebasan berekspresi. Tindakan ini menambah daftar buruk indikator kebebasan negeri ini dan karenanya sangat berbahaya bagi demokrasi,” tegas Andi Syafrani dalam keterangan resminya.
Soroti Kesucian Ramadhan
Andi juga sangat menyayangkan aksi keji ini terjadi di tengah suasana bulan suci Ramadhan. Ia menilai tindakan tersebut telah menodai nilai-nilai religius dan sosial masyarakat Indonesia yang dikenal santun.
”Kejadian ini di saat bulan suci Ramadhan menistakan kesucian bulan ini bagi masyarakat Muslim Indonesia. Para pelaku tidak saja merusak demokrasi, tapi juga meruntuhkan citra negara ini sebagai negara demokrasi Islam terbesar di dunia,” tambahnya.
Desak Ketegasan Presiden dan Aparat
Terkait penanganan kasus, DPP LIRA mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas dan menangkap aktor di balik serangan ini.
Tak hanya itu, Andi juga meminta intervensi langsung dari Kepala Negara agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
”Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, harus merespon ini dengan menginstruksikan para pejabat terkait untuk menuntaskan masalah ini dengan jelas dan memberikan jaminan kebebasan berekspresi kepada rakyat,” jelas Andi.
Menutup pernyataannya, Andi Syafrani mengingatkan bahwa kritik seharusnya dipandang sebagai elemen penting dalam membangun bangsa, bukan sebagai ancaman yang harus dibalas dengan kekerasan.
”Kritik harus jadi nutrisi demokrasi, bukan malah dipandang sebagai lawan yang harus disakiti, apalagi diberantas layaknya musuh,” pungkasnya.
Pewarta : Deni/M.S Alkitiri*
