Malam Tahun Baru 2026 Tak Seramai Dulu, Okupansi Hotel di Kota Batu Turun Signifikan

SUARAMALANG.COM, Kota Batu – Euforia malam pergantian Tahun Baru 2026 tak sepenuhnya dirasakan pelaku usaha perhotelan di Kota Batu. Tingkat hunian hotel justru tercatat menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menandakan pergerakan wisatawan yang mulai berubah.

Berdasarkan catatan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, rata-rata okupansi hotel saat malam tahun baru hanya berada di kisaran 70 persen. Angka ini turun cukup tajam dibandingkan akhir tahun 2024 yang sempat mencapai 90 persen.

“Jika dibandingkan tahun sebelumnya, keterisian kamar saat malam tahun baru kali ini memang menurun. Rata-rata okupansi hotel di Batu berada di angka sekitar 70 persen,” ujar Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi, dikutip Ketikcom, Sabtu (3/1/2025).

Menurut Sujud, penurunan tingkat hunian hotel tak bisa dilepaskan dari kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Daya beli yang melemah membuat wisatawan lebih selektif dalam menentukan destinasi dan lama tinggal.

Di sisi lain, peta pariwisata nasional juga mengalami perubahan. Banyak daerah kini gencar mengembangkan destinasi wisata baru, sehingga arus kunjungan yang sebelumnya terpusat di Kota Batu mulai terpecah.

“Sekarang hampir semua daerah berlomba mengembangkan pariwisatanya. Pilihan wisata makin beragam, sementara kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih,” jelasnya.

Sujud menegaskan, tren penurunan okupansi hotel saat malam tahun baru bukan hanya dialami pelaku usaha di Kota Batu. Fenomena serupa juga dirasakan di berbagai daerah lain di Indonesia.

Menurutnya, momentum libur akhir tahun kini tak lagi otomatis mendongkrak tingkat hunian hotel seperti tahun-tahun sebelumnya. Perubahan perilaku wisatawan menjadi salah satu faktor yang cukup dominan.

Selain faktor ekonomi dan sebaran destinasi wisata, menjamurnya akomodasi nonhotel turut memengaruhi tingkat okupansi. Vila, homestay, hingga penginapan berbasis rumah warga kini menjadi pilihan banyak wisatawan karena dianggap lebih fleksibel dan ramah di kantong.

Tak sedikit wisatawan juga memilih berkunjung tanpa menginap. Pola wisata one day trip semakin populer, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

“Banyak wisatawan datang hanya untuk berwisata sehari tanpa menginap. Pola seperti ini tentu berdampak pada tingkat hunian hotel,” pungkas Sujud.

Exit mobile version