Nobar Film “Pesta Babi” Digelar di Lawang, Hadirkan Musik dan Pembacaan Puisi

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Ruang silaturahmi dan diskusi warga kembali hadir di Kecamatan Lawang melalui agenda nonton bareng atau nobar film “Pesta Babi”. Kegiatan itu akan digelar di Petik Madu, Lawang, Sabtu (16/5/2026) malam.

Acara tersebut tidak hanya menghadirkan pemutaran film. Panitia juga menyiapkan musik, pembacaan puisi, hingga sesi donasi untuk masyarakat Papua.

Nobar Film Pesta Babi di Lawang

Kegiatan dimulai pukul 18.30 WIB hingga 21.00 WIB. Panitia membuka acara untuk umum tanpa biaya masuk.

Film yang diputar berjudul “Pesta Babi” dengan tema “Kolonialisme di zaman kita”. Selain itu, acara dirancang sebagai ruang berkumpul dan berdiskusi bagi warga Lawang.

Panitia mengajak pengunjung mendukung lokasi acara dengan membeli makanan atau minuman di Petik Madu. Karena itu, peserta cukup hadir dan menikmati suasana kebersamaan selama kegiatan berlangsung.

Rundown Acara Nobar dan Diskusi

Panitia telah menyiapkan beberapa rangkaian kegiatan selama acara berlangsung. Acara diawali dengan mengheningkan cipta. Setelah itu, penampilan musik dan pembacaan puisi akan mengisi suasana sebelum pemutaran film dimulai.

Usai pemutaran film, acara kembali dilanjutkan dengan pembacaan puisi dan pertunjukan musik. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi donasi dan nyanyi bersama.

Selain itu, panitia juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin ikut membaca puisi. Pendaftaran dibuka hingga Sabtu (16/5/2026) pukul 12.00 WIB siang.

Kontak Pendaftaran Partisipasi

Peserta yang ingin tampil dalam sesi pembacaan puisi dapat menghubungi panitia melalui nomor WhatsApp 0898-0398-944.

Panitia berharap kegiatan ini menjadi ruang berbagi cerita dan mempererat hubungan antarwarga. Karena itu, masyarakat diajak hadir untuk menikmati suasana hangat bersama komunitas di Lawang.

Ruang Diskusi dan Silaturahmi Warga Lawang

Kegiatan komunitas seperti nobar dan diskusi publik mulai sering digelar di sejumlah wilayah Kabupaten Malang. Acara semacam ini dinilai mampu membuka ruang percakapan sosial di tengah masyarakat.

Selain menjadi hiburan, pemutaran film juga kerap digunakan sebagai media refleksi sosial dan budaya. Di sisi lain, kegiatan seni seperti musik dan puisi memberi ruang ekspresi bagi warga lokal.

Panitia berharap kegiatan di Petik Madu Lawang dapat menjadi ruang silaturahmi yang terus hidup. Dengan begitu, warga memiliki tempat untuk berdiskusi, berkesenian, dan berbagi pengalaman secara terbuka.

Exit mobile version