Pemkot Malang Gelar Bimtek TIK Tahap I, Wali Kota Tekankan Pemanfaatan AI Secara Bijak

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Layanan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Tahap I dengan tema “Produktif dan Bijak dengan Artificial Intelligence (AI)”. Kegiatan ini berlangsung di Mini Block Office Lantai 4, Kota Malang.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam keynote speech-nya menekankan pentingnya penguatan komunikasi dan kolaborasi dalam pemanfaatan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan.

“Melalui kegiatan ini kita ingin memperkuat komunikasi dan kolaborasi, khususnya dengan para koordinator dan seluruh peserta, agar pemanfaatan teknologi dapat berjalan selaras dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa perkembangan teknologi, terutama AI, telah membawa dampak signifikan dalam kehidupan masyarakat. Penggunaan teknologi kini telah merata di semua kalangan, bahkan anak-anak sejak usia dini sudah akrab dengan perangkat digital dan platform seperti YouTube untuk belajar secara mandiri.

Namun demikian, menurutnya kondisi ini juga menghadirkan tantangan tersendiri. Pemerintah perlu mengambil langkah antisipatif guna melindungi generasi muda dari dampak negatif teknologi.

“Kami telah lebih dulu mengeluarkan imbauan pembatasan penggunaan media sosial bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun, serta penguatan pengawasan hingga usia 18 tahun,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa Kota Malang sebagai kota pendidikan memiliki potensi besar dalam pengembangan teknologi, terutama dengan banyaknya mahasiswa yang menjadi motor kreativitas dan inovasi.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi selalu memiliki dua sisi, yakni positif dan negatif. Oleh karena itu, masyarakat harus mampu memilah dan memanfaatkan teknologi secara bijak.

Dalam pemaparannya, Wahyu Hidayat juga mencontohkan pemanfaatan AI di berbagai sektor, seperti:

* Pengolahan dan analisis data kepegawaian yang lebih cepat

* Pemantauan kinerja pegawai secara real-time

* Pengambilan keputusan berbasis data yang lebih akurat

Selain itu, AI juga dimanfaatkan dalam bidang sains dan perencanaan kota, termasuk untuk simulasi dan prediksi kondisi masa depan hingga visualisasi sejarah masa lalu secara digital.

“AI tidak hanya berbicara tentang masa depan, tetapi juga dapat membantu kita memahami masa lalu dengan cara yang lebih menarik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Bimtek ini merupakan tahap pertama yang berasal dari hasil Musrenbang wilayah dan tematik.

Sebanyak 100 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 73 peserta Musrenbang wilayah dan 27 peserta Musrenbang tematik. Peserta berasal dari berbagai kalangan dan lintas generasi, menunjukkan bahwa literasi digital kini menjadi kebutuhan bersama.

Ia juga menyoroti meningkatnya penyalahgunaan AI untuk konten negatif seperti hoaks, deepfake, hingga manipulasi informasi digital, yang mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

“Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas literasi digital masyarakat, mendorong pemanfaatan AI secara produktif dan bertanggung jawab, serta membangun budaya digital yang sehat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Malang berharap masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pengguna yang cerdas, kritis, dan produktif, sehingga AI benar-benar memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pewarta: *Ali Halim

Exit mobile version