Pemuda Bagikan Pengalaman Dapat Sembako Saat May Day di Monas, Singgung Pengalihan Isu Perjuangan

SUARAMALANG.COM, Jakarta – Seorang pemuda membagikan pengalamannya usai menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Pengalaman tersebut dibagikan melalui sebuah video yang kemudian ramai beredar di media sosial. Dalam video itu, ia memperlihatkan paket sembako yang dibagikan kepada peserta aksi buruh di lokasi.

“Sekarang saya berada di perayaan Hari Buruh Internasional di Monas, dan ini adalah sembako bantuan istana kepresidenan yang bakal didapat oleh para demonstran yang turun ke lapangan ke Monas ini,” ujarnya dalam video.

Ia kemudian mengulas isi paket sembako yang diterimanya. Paket tersebut berisi sejumlah kebutuhan pokok, mulai dari teh, kopi, sarden, susu kental manis, margarin, gula hingga beras.

“Mari kita review apa saja isinya. Kita bakal dapat teh, kopi, sarden, kental manis, margarin, lalu gula, dan juga beras teman-teman,” katanya.

Namun, pemuda tersebut mengaku harus berdesakan dengan peserta lain demi mendapatkan bantuan tersebut. Ia menyebut antrean pembagian sembako berlangsung cukup padat di sekitar truk distribusi.

“Dan inilah yang akan kita dapat jika kita mau antre berdesak-desakan di truk-truk yang ada di sana, dan ini sungguh sangat susah mendapatkannya. Saya sampai berdesak-desakan,” ungkapnya.

Di akhir videonya, ia juga menyampaikan kritik terhadap pelaksanaan peringatan Hari Buruh tahun ini. Menurutnya, pembagian sembako dan hiburan musik justru berpotensi mengalihkan fokus massa dari isu perjuangan buruh.

“Dan ya, sembako dan juga hiburan yaitu musik-musik masih digunakan oleh pemerintah sebagai instrumen untuk mengalihkan isu perjuangan. Jadi orang-orang yang datang ke sini tidak fokus untuk menyuarakan perjuangannya, tapi malah fokus untuk antre sembako, untuk mendengarkan musik, dan lain sebagainya,” tuturnya.

Video tersebut kemudian menuai beragam tanggapan dari warganet di media sosial.

Exit mobile version