SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memunculkan dampak baru di Kota Malang. Selain mendukung pemenuhan gizi masyarakat, program tersebut juga memicu lonjakan volume sampah dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang kini menyiapkan langkah antisipasi. Salah satunya dengan menggandeng pengelola sampah swasta melalui skema transporter agar sampah MBG tidak seluruhnya dibebankan ke sistem pengangkutan DLH.
Plh Kepala DLH Kota Malang, Raymond Gamaliel Hatigoran, mengatakan tambahan sampah dari program MBG semakin menekan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang. Saat ini, TPA tersebut sudah menghadapi ancaman overload akibat tingginya produksi sampah harian.
“Sekarang bertambah dengan sampah dari MBG tentunya menambah volume sampah. Ke depan saya sudah menyampaikan untuk kerja sama dengan transporter,” ujar Raymond, Kamis (30/4/2026).
Menurut Raymond, masih ada sejumlah dapur SPPG yang belum mengelola sampah secara maksimal. Akibatnya, sebagian sampah masih dibuang langsung ke Tempat Penampungan Sementara (TPS).
Kondisi tersebut membuat DLH Kota Malang mulai menyiapkan koordinasi dengan seluruh pengelola MBG di wilayahnya. Langkah itu dilakukan agar penanganan sampah dapat berjalan lebih terintegrasi.
“Sementara mau saya koordinasikan sama seluruh MBG yang ada di Kota Malang untuk penanganan sampah, karena tidak semuanya sampah ini dikelola secara maksimal, jadi masih ada yang juga dibuang ke TPS,” katanya.
Melalui skema transporter, sampah dari titik-titik MBG nantinya akan diangkut langsung oleh pihak swasta. Sistem itu diharapkan mampu mengurangi beban armada pengangkut milik DLH Kota Malang.
Raymond menjelaskan, pola tersebut juga telah diterapkan pada beberapa lokasi MBG. Pengelola dapur diminta bekerja sama dengan transporter swasta agar sampah tidak seluruhnya masuk ke rantai pengangkutan DLH.
“Jadi ada pengelola sampah swasta sehingga tidak menambah beban kondisi yang ada di DLH Kota Malang. Sampah rumah tangga kita ini kan juga tiap hari sudah berjalan seperti itu. Untuk MBG, di beberapa lokasi kita sudah minta supaya sampahnya diambil oleh transporter dari pihak swasta,” ungkapnya.
Selain menggandeng swasta, DLH Kota Malang juga akan melakukan pendataan serta menggelar rapat koordinasi bersama pengelola SPPG. Sosialisasi terkait pengelolaan sampah juga disiapkan agar sistem berjalan lebih optimal.
DLH Kota Malang turut menyiapkan sejumlah inovasi pengelolaan sampah lain. Mulai dari rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL), pengembangan LSDP, hingga berbagai program pendukung zero waste.
“Dengan rencana LSDP, atau PSEL yang di Kabupaten Malang, serta inovasi lain oleh DLH Kota Malang, kita berharap bisa sesuai dengan harapan presiden untuk zero waste,” pungkas Raymond.



















