SUARAMALANG.COM, Kota Malang– Persaingan masuk MTsN 1 Kota Malang kian ketat. Sebanyak 1.038 calon siswa mengikuti tes Penerimaan Peserta Didik Baru Madrasah (PMBM) tahun ajaran 2026/2027, namun kuota yang tersedia hanya 157 kursi untuk jalur reguler.
Pelaksanaan tes yang digelar Sabtu (4/4/2026) berlangsung lancar dan tertib di lingkungan madrasah.
Dari total peserta, peluang lolos terbilang sangat kecil. Dengan kuota 157 siswa, rasio persaingan mencapai sekitar 1 banding 6 peserta.
Sebelumnya, madrasah juga telah menerima sekitar 240 siswa melalui jalur prestasi, sehingga total kapasitas semakin terbatas.
Kepala MTsN 1 Kota Malang, Erni Qomaria Rida, menegaskan seleksi ketat menjadi langkah strategis untuk menjaga kualitas dan prestasi madrasah.
“Seleksi ini kami lakukan untuk mendapatkan siswa terbaik agar mampu mempertahankan dan meningkatkan prestasi madrasah ke depan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua yang mendukung penuh proses seleksi dengan tertib.
Sebagian siswa yang telah diterima melalui jalur prestasi bahkan memperoleh beasiswa, terutama mereka yang memiliki capaian akademik seperti juara Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) dan Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Hal ini menunjukkan fokus madrasah pada penguatan kualitas akademik sejak tahap awal penerimaan.Di sisi lain, tingginya jumlah pendaftar tidak sebanding dengan kapasitas ruang belajar yang tersedia.
Pihak madrasah pun menyampaikan permohonan maaf kepada peserta yang belum lolos seleksi.
“Kami belum bisa menerima semua pendaftar karena keterbatasan ruang yang ada,” kata Erni.
Meski seleksi ketat, pihak madrasah mengingatkan bahwa kegagalan masuk bukan penentu masa depan.
“Belajar tidak harus di satu tempat untuk menjadi sukses. Yang penting terus berusaha dan tidak menyerah,” pesannya.
Lonjakan jumlah pendaftar di MTsN 1 Kota Malang menjadi indikator tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan madrasah. Namun di sisi lain, keterbatasan daya tampung membuat persaingan masuk semakin kompetitif dari tahun ke tahun.
Pewarta: * Ali Halim
