SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Bagus Sulistyawan beserta jajaran kepala perangkat daerah lainnya meninjau kondisi atap ruang kelas di SDN 1 Ardimulyo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang yang rawan ambrol.
Didampingi Bagus, Budiar pun menyempatkan meninjau beberapa ruang kelas yang atapnya rawan ambrol. Ia pun mengumpulkan jajaran kepala perangkat daerah terkait untuk melakukan koordinasi percepatan perbaikan atap ruang kelas yang rawan ambrol di SDN 1 Ardimulyo Singosari.
“Hari ini saya didampingi Kadispendik Pak Bagus, Kepala DPKPCK Bu Habibah, Kepala BKAD Bu Yetty, dari Bappeda dan Inspektorat serta Bu Plt Kepala Sekolah melihat langsung kondisi atap ruang kelas di SDN 1 Ardimulyo,” ujar Budiar, Sabtu (24/10/2026).
Budiar menuturkan, proses percepatan perbaikan atap empat ruang kelas yang rawan ambrol di SDN 1 Ardimulyo Singosari akan segera dilakukan. Paling cepat akan dilakukan pada pekan depan, sembari menyiapkan beberapa hal teknis untuk persiapan percepatan perbaikan.
“Insya Allaah minggu depan sudah progres perbaikan, tetapi dua kelas dulu, tidak empat ruang kelas. Karena sekarang tersisa dua bulan tahun anggaran berjalan, jadi kita harus ngebut dan harus selesai di bulan Desember,” kata Budiar.
Untuk proses percepatan perbaikan atap di dua ruang kelas SDN 1 Ardimulyo Singosari akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang Tahun Anggaran (TA) 2026 sebesar Rp 400 juta.
“Ini rehabilitasi murni menggunakan APBD Kabupaten Malang Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp 400 juta,” imbuh Budiar.
Pihaknya menjelaskan, untuk dua ruang kelas lain yang atapnya rawan ambrol, akan dilakukan perbaikan di tahun 2027 mendatang. Namun, untuk alokasi anggaran yang akan digunakan bisa melalui APBD Kabupaten Malang TA 2027 ataupun Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.
“Untuk dua ruang kelas lainnya akan kita usulkan di tahun depan. Nanti bisa murni rehab (rehabilitasi) dari APBD Kabupaten Malang TA 2027 atau kita usulkan melalui program revit (revitalisasi) dari Kemendikdasmen,” tutur Budiar.
Lebih lanjut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Bagus Sulistyawan menambahkan, jika atap pada dua ruang kelas yang rawan ambrol di SDN 1 Ardimulyo Singosari akan diusulkan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Kemendikdasmen RI, maka harus menyesuaikan dengan pagu anggaran yang telah ditentukan.
“Untuk revit satu sekolah tergantung pagu anggaran yang diberikan dari usulan kita. Jadi kalau revit sifatnya kita mengusulkan ke kementerian, nanti dilakukan verifikasi, yang menentukan iya atau tidaknya itu dari kementerian,” ucap Bagus.
Namun, sembari menunggu proses percepatan perbaikan atap ruang kelas yang rawan ambrol selesai oleh jajaran perangkat daerah terkait, pihaknya meminta kepada para tenaga pendidik, wali murid dan peserta didik untuk bersabar serta berhati-hati dalam melangsungkan proses kegiatan belajar mengajar.
Sementara itu, Plt. Kepala Sekolah SDN 1 Ardimulyo Singosari Siti Asiyah mengucapkan terima kasih banyak atas gerak cepat dari jajaran Pemkab Malang untuk melakukan perbaikan atap ruang kelas yang rawan ambrol dan membahayakan proses pembelajaran para murid di SDN 1 Ardimulyo Singosari.
“Alhamdulillaah gerak cepat semuanya, tidak ada yang ditunda-tunda. Tadi pagi saya menghadap ke Bapak Bupati, langsung jam 10 pagi (para kepala perangkat daerah) hadir semua,” ujar Asiyah.
Pihaknya menyampaikan, kondisi atap yang rawan ambrol di empat ruang kelas ini diduga disebabkan oleh rangka bangunan yang sudah lama, serta telah dimakan oleh rayap. Sehingga sejak pertengahan Oktober 2026 lalu, proses kegiatan belajar mengajar terhadap 130 peserta didik dari kelas 1, 2 dan 4 harus dipindah agar aman.
“Yang belajar di dalam tenda ada tiga kelas, yang satu kelas ada di satu ruang kelas yang kita gabung. Jadi ada dua rombel yang kita gabung. Kalau di tenda semua, tidak cukup. Yang penting anak-anak tetap nyaman dan aman belajarnya,” beber Asiyah.
Asiyah juga mengaku tidak mempermasalahkan jika bantuan dari Pemkab Malang untuk sementara waktu menyasar atap dua ruang kelas terlebih dahulu. Ia pun memaklumi, dikarenakan sudah mendekati berakhirnya tahun anggaran 2026.
“Tidak apa-apa dua ruang kelas dulu. Itu sebagai bentuk respon cepat dari Pemerintah daerah. Karena anggaran itu harusnya jauh-jauh hari kita sampaikan, jadi kita maklumi dan itu bertahap, nanti bisa disambung di tahun 2027,” tandas Asiyah.












