Opini  

Sembilan Alasan Mengapa Muktamar NU Layak Digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang

Oleh: Dr. H Ahmad Fahrur Rozi

Keputusan Rais Aam PBNU bersama Ketua Umum PBNU untuk menyepakati Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang sebagai lokasi penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama patut kita syukuri dan apresiasi. Kesepakatan ini menunjukkan bahwa kepentingan jam’iyah ditempatkan di atas kepentingan yang lain, sekaligus menjadi ikhtiar untuk menghadirkan Muktamar yang berjalan dengan tertib, bermartabat, dan memperkuat persatuan warga Nahdliyin.

Kini saatnya seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama menyambut keputusan tersebut dengan hati yang lapang dan penuh kegembiraan. Perbedaan pandangan yang mungkin muncul selama proses penentuan lokasi adalah bagian dari dinamika organisasi yang wajar. Namun setelah keputusan diambil oleh para pimpinan, semangat kita adalah sami’na wa atha’na, menghormati keputusan organisasi dan bersama-sama menyukseskan Muktamar.

Pada akhirnya, lokasi hanyalah sarana. Tujuan utama Muktamar adalah memperkuat ukhuwah Nahdliyyah, melahirkan kepemimpinan terbaik, serta merumuskan langkah-langkah strategis agar NU semakin memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.

Menurut hemat saya, keputusan memilih Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas memiliki dasar yang kuat. Setidaknya ada sembilan alasan yang layak menjadi pijakan bersama.

1. Memiliki Kesiapan Teknis yang Sangat Memadai

Pertimbangan utama dalam menentukan lokasi Muktamar tentu bukan semata faktor historis, melainkan kesiapan nyata. Setelah dilakukan survey lapangan dari sisi kapasitas, sarana dan prasarana, keamanan, aksesibilitas, hingga pengalaman menyelenggarakan kegiatan berskala nasional, Tambakberas dinilai memiliki modal yang sangat memadai untuk menjadi tuan rumah Muktamar.

2. Infrastruktur Lengkap dan Sumber Daya Manusia yang Kuat

Kompleks Bahrul Ulum memiliki lebih dari 50 ribath, 19 lembaga pendidikan formal, tiga perguruan tinggi, sekitar 15.000 santri, serta ratusan ustaz dan ustazah. Ekosistem pesantren yang besar ini menjadi kekuatan penting dalam memberikan pelayanan terbaik kepada ribuan muktamirin dari seluruh Indonesia.

3. Menjadi Titik Temu Persatuan Warga Nahdliyin

Di tengah beragam aspirasi mengenai lokasi Muktamar, Tambakberas dapat menjadi titik temu yang mempersatukan. Semangatnya bukan memenangkan satu kelompok, melainkan mengakhiri perdebatan dan mengembalikan energi jam’iyah untuk memperkuat organisasi, kaderisasi, pendidikan, dakwah, dan pelayanan kepada umat.

4. Menghadirkan Suasana yang Teduh dan Kondusif

Muktamar membutuhkan suasana yang tenang, nyaman, dan penuh kekeluargaan agar musyawarah dapat berlangsung dengan jernih. Lingkungan pesantren yang sarat tradisi keilmuan, adab, dan keberkahan menjadi tempat yang tepat untuk melahirkan keputusan-keputusan besar bagi masa depan NU.

5. Mengembalikan Muktamar kepada Tradisi Pesantren

Nahdlatul Ulama lahir dari rahim pesantren. Karena itu, penyelenggaraan Muktamar di pesantren memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar memilih lokasi. Ini adalah ikhtiar menghidupkan kembali tradisi musyawarah para ulama yang sederhana, ilmiah, penuh adab, dan keberkahan.

6. Menyambung Jejak Perjuangan Para Muassis

Tambakberas merupakan salah satu pusat sejarah perjalanan Nahdlatul Ulama. Bersama Tebuireng, pesantren ini menjadi bagian penting dari perjuangan KH Abdul Wahab Chasbullah atas restu Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dalam membangun dan membesarkan jam’iyah. Bermuktamar di Tambakberas menjadi simbol penghormatan kepada jejak perjuangan para pendiri NU.

7. Menghidupkan Spirit KH Abdul Wahab Chasbullah

Dari Tambakberas lahir semangat kebangsaan yang melahirkan Syubbanul Wathan dan lagu Yalal Wathan yang hingga kini menjadi identitas perjuangan warga Nahdliyin. Spirit cinta tanah air, persaudaraan, dan pengabdian kepada umat inilah yang diharapkan mewarnai perjalanan NU memasuki abad keduanya.

8. Akses Transportasi yang Mudah

Jombang memiliki akses yang sangat baik melalui jaringan jalan tol, jalur kereta api, maupun bandara di wilayah sekitarnya. Kemudahan transportasi akan memudahkan para muktamirin dari seluruh Indonesia hadir dengan lebih mudah , nyaman, efisien, dan aman.

9. Menjadi Simbol Kembalinya NU kepada Ruh Jam’iyah

Muktamar Forum Permusyawaratan Tertinggi

Lebih dari sekadar lokasi penyelenggaraan, Tambakberas menjadi simbol bahwa NU senantiasa berpijak pada kekuatan pesantren, ilmu, akhlak, persaudaraan, dan musyawarah. Di sinilah para kiai mengajarkan bahwa kebesaran organisasi dibangun dengan keikhlasan, bukan dengan pertentangan.

Muktamar adalah pesta demokrasi dan forum permusyawaratan tertinggi Nahdlatul Ulama. Siapa pun yang kelak dipercaya memimpin PBNU adalah pilihan terbaik yang harus kita dukung bersama. Karena itu, marilah kita jadikan Muktamar sebagai momentum mempererat ukhuwah, memperkuat khidmah, dan menatap masa depan NU dengan optimisme.

Semoga Allah SWT memberikan keberkahan kepada seluruh ikhtiar ini, mempersatukan hati warga Nahdliyin, membimbing jalannya Muktamar dengan penuh kemudahan, serta menghadirkan keputusan-keputusan terbaik bagi kemajuan Nahdlatul Ulama, umat, bangsa, dan kemanusiaan.

*Penulis: Ketua PBNU Bidang Keagamaan

Exit mobile version