SUARAMALANG.COM, Kota Malang– Program seragam gratis di Kota Malang tahun ajaran 2026 resmi dipangkas. Pemerintah Kota Malang kini tidak lagi membagikan bantuan ke seluruh siswa, melainkan hanya menyasar keluarga kurang mampu.
Kebijakan ini berdampak langsung pada turunnya jumlah penerima dan anggaran secara signifikan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mencatat Anggaran turun drastis dari Rp 8 miliar menjadi sekitar Rp 2 miliar dan Jumlah penerima kini hanya sekitar 1.000 siswa.Padahal pada tahun sebelumnya, program ini menjangkau hampir seluruh siswa.
Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, menegaskan kebijakan ini merupakan langkah efisiensi sekaligus penajaman sasaran bantuan.
“Sekarang kita fokuskan pada yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya, Rabu (7/4/2026).
Pemkot juga mengubah mekanisme penyaluran.Penentuan penerima kini Diusulkan langsung oleh sekolah dan Berdasarkan kondisi sosial ekonomi siswa.
Langkah ini diambil agar bantuan tidak lagi bersifat merata, melainkan lebih tepat sasaran.Dampak lain dari pemangkasan anggaran adalah berkurangnya jenis bantuan.
Jika sebelumnya siswa menerima paket lengkap, kini Bantuan hanya difokuskan pada seragam utama dan Atribut tambahan dipangkas.Rencana perluasan program ke sekolah swasta dipastikan batal direalisasikan tahun ini.
Pemkot memilih Fokus pada sekolah negeri dan Prioritaskan kelompok paling membutuhkan. Meski dipangkas, Pemkot Malang memastikan program tetap berjalan.
Penyaluran ditargetkan sebelum tahun ajaran baru dimulai, agar siswa penerima bisa langsung memanfaatkan bantuan.Di satu sisi, kebijakan ini dinilai membuat program lebih tepat sasaran.
Namun di sisi lain, pengurangan drastis anggaran dan cakupan menunjukkan adanya tekanan fiskal daerah yang berdampak pada layanan pendidikan.
Pemkot Malang pun menegaskan, langkah ini diambil agar program tetap berkelanjutan tanpa membebani keuangan daerah.
Pewarta: *Ali Halim
