Tenaga Pendidik FEB UB Wajib Bersertifikat Kemenaker, Kampus Genjot Standar K3L Secara Masif

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) mulai menggenjot standar keselamatan kerja secara masif. Tenaga kependidikan (tendik) ditargetkan mengantongi sertifikasi resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan sebagai bagian dari penguatan sistem Keamanan, Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan (K3L).

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa kampus tak lagi hanya fokus pada akademik, tetapi juga serius membangun budaya kerja aman berbasis standar nasional.

Program sertifikasi dijalankan melalui pelatihan intensif bekerja sama dengan PT Centra Artha Prima Indonesia. Tak tanggung-tanggung, pelatihan menghadirkan Pengawas Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur, Praktisi K3 bersertifikat dan Tenaga medis (dokter).

Model ini dirancang agar peserta tidak hanya paham teori, tetapi juga siap menghadapi risiko nyata di lapangan.

Pelatihan dibagi berdasarkan spesialisasi kerja, meliputi:

• Petugas kesehatan (11–13 Maret 2026)

• Teknisi kelistrikan (26, 27, 30 Maret 2026)

• Petugas pemadam kebakaran (31 Maret–2 April 2026)

Skema pelatihan berlangsung selama tiga hari Dua hari teori intensif, Satu hari praktik lapangan dan Ujian sertifikasi sebagai penentu kelulusan. Artinya, tidak semua peserta otomatis lolos kompetensi jadi faktor utama.

FEB UB menargetkan seluruh lini memiliki personel tersertifikasi untuk memperkuat sistem mitigasi risiko, mulai dari Penanganan darurat kesehatan, Gangguan kelistrikan dan Potensi kebakaran.Langkah ini dinilai krusial untuk melindungi sivitas akademika, tamu kampus, hingga aset negara.

Dekan FEB UB Abdul Ghofar menegaskan, K3L bukan sekadar kewajiban administratif.

“K3 bukan hanya tanggung jawab individu, tapi budaya yang harus dibangun bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman,” tegasnya, Minggu (5/4).

Dengan dorongan sertifikasi dari Kemenaker, FEB UB ingin memastikan seluruh sistem kerja berbasis standar profesional.

Langkah ini sekaligus mempertegas posisi kampus sebagai institusi pendidikan yang tak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi risiko kerja secara terukur dan sistematis.

Pewarta : Ali Halim

Exit mobile version