UM Buka S2 Pendidikan Jarak Jauh 2026, Guru Kini Bisa Kuliah Tanpa Tinggalkan Pekerjaan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Universitas Negeri Malang (UM) resmi membuka Program Magister (S2) Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Tahun Akademik 2026/2027. Program ini memberi kesempatan kepada guru, tenaga kependidikan, dan profesional untuk melanjutkan studi magister tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun daerah asal.

UM meluncurkan program tersebut pada Rabu (1/7/2026). Melalui program ini, UM memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas dengan memanfaatkan teknologi pembelajaran digital.

UM juga memastikan seluruh proses akademik memenuhi standar mutu yang sama dengan program reguler tatap muka.

UM Buka Empat Program Studi S2 PJJ

Hingga 1 Juli 2026, UM telah mengantongi izin operasional untuk empat program studi. Seluruh program tersebut juga sudah tercatat di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD DIKTI).

Empat program tersebut meliputi S2 Pendidikan Bahasa Inggris, S2 Pendidikan Matematika, S2 Pendidikan Dasar, dan S2 Teknologi Pendidikan.

Selain itu, UM masih menyelesaikan proses administrasi untuk S2 Pendidikan Bahasa Indonesia dan S2 Pendidikan Nonformal. Universitas menargetkan kedua program itu segera memperoleh izin operasional.

UM merancang Program PJJ untuk menjawab kebutuhan guru, tenaga kependidikan, dan masyarakat yang kesulitan melanjutkan pendidikan karena jarak, waktu, maupun kesibukan bekerja.

Survei terhadap 1.587 calon mahasiswa potensial menunjukkan minat terbesar berasal dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Kedua wilayah tersebut masih membutuhkan akses pendidikan pascasarjana yang lebih luas.

UM Jamin Kualitas Akademik Setara Program Reguler

Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd., mengatakan UM mengembangkan Program PJJ sebagai respons terhadap tingginya kebutuhan masyarakat akan pendidikan magister yang fleksibel, legal, dan berkualitas.

“Untuk merespons tingginya permintaan masyarakat di luar Kota Malang, UM resmi merintis program PJJ tingkat Magister (S2). Program ini dirancang bagi para profesional atau guru yang terkendala jarak namun ingin meningkatkan kualifikasi akademik tanpa melanggar regulasi pemerintah,” ujarnya.

Menurut Ibrahim, Program PJJ berbeda dengan kuliah daring biasa.

UM menerapkan kurikulum, sistem evaluasi, dosen, dan standar akademik yang sama dengan kelas reguler. Karena itu, kualitas lulusan tetap terjaga.

Selain itu, UM menggabungkan pembelajaran hybrid dengan platform digital khusus dan dukungan Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ).

“Teknis pelaksanaan PJJ didukung oleh platform digital khusus dan sistem mentoring di UPBJJ. Mentor lokal yang dilibatkan telah melalui proses sertifikasi sehingga kualitas tutorial setara dengan kelas reguler,” jelasnya.

UM Siapkan LMS dan Pusat Belajar di Wilayah 3T

Untuk mendukung pembelajaran, UM mengoperasikan Learning Management System (LMS) Sipejar yang mampu melayani hingga 40 ribu pengguna secara bersamaan.

Platform tersebut mendukung pembelajaran sinkron maupun asinkron. Dengan demikian, mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain itu, UM juga membuka Pusat Belajar Jarak Jauh (PBJJ) di Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Tana Tidung.

PBJJ berfungsi sebagai pusat layanan akademik sekaligus pendampingan mahasiswa di daerah.

Melalui fasilitas tersebut, UM ingin memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T).

Selain meningkatkan akses pendidikan, UM juga ingin mempercepat peningkatan kompetensi sumber daya manusia Indonesia. Program ini memungkinkan tenaga pendidik tetap bekerja sambil melanjutkan studi.

Program S2 PJJ menjadi bagian dari transformasi pembelajaran berbasis teknologi yang mendukung pemerataan pendidikan tinggi di Indonesia. Informasi mengenai program dan inovasi akademik lainnya dapat diikuti melalui kanal resmi Universitas Negeri Malang.

Exit mobile version