UMM Buka Beasiswa Prestasi Non Akademik, untuk Pengurus OSIS Tanpa Tes Masuk

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuka Beasiswa Prestasi Non Akademik bagi pelajar aktif organisasi seperti OSIS, MPK, dan IPM, dengan skema seleksi tanpa tes tulis untuk penerimaan mahasiswa baru 2026.

Program ini menjadi strategi kampus dalam menjaring calon mahasiswa dengan rekam jejak kepemimpinan, sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi berbasis potensi non akademik.

Beasiswa Prestasi UMM untuk Pemimpin Muda Sekolah

Beasiswa ini menyasar lulusan SMA/sederajat tahun 2024 hingga 2026 yang memiliki pengalaman sebagai pengurus organisasi di tingkat sekolah.

Selain bebas tes, penerima beasiswa juga mendapatkan potongan Biaya Studi Semester (BSS) pada semester pertama, dengan besaran antara 50 hingga 75 persen, menyesuaikan program studi yang dipilih.

“Melalui potongan biaya studi ini, kami berharap dapat menjaring dan mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh sebagai pionir pemimpin bangsa di masa depan,” ujar Wakil Rektor II UMM, Ahmad Juanda.

Ia menegaskan bahwa jalur ini dirancang untuk mengapresiasi keterampilan kepemimpinan, tanggung jawab, dan kemampuan kolaborasi yang telah dibangun siswa melalui aktivitas organisasi.

Syarat dan Jadwal Pendaftaran

Calon pendaftar diwajibkan melampirkan bukti keaktifan organisasi berupa Surat Tugas dari sekolah sebagai syarat utama seleksi administrasi.

Untuk program studi tertentu seperti Biologi, Matematika, dan PGSD, terdapat tambahan persyaratan berupa Surat Keterangan Dokter yang menyatakan tidak buta warna.

“Mari bersama-sama mencetak sejarah baru dan menjadi pemimpin masa depan yang tangguh serta berdaya saing global melalui Universitas Muhammadiyah Malang,” tambahnya.

Pendaftaran Beasiswa Prestasi UMM dibuka mulai 1 April hingga 25 Juni 2026, dengan hasil seleksi diumumkan secara berkala melalui laman resmi kampus.

Program ini mencerminkan upaya UMM dalam menyesuaikan sistem seleksi dengan dinamika generasi muda, sekaligus memperkuat peran pendidikan tinggi dalam mencetak pemimpin masa depan.

Exit mobile version