Universitas Brawijaya Uji Coba Car Free Day untuk Dorong Kampus Berkelanjutan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Universitas Brawijaya (UB) akan menerapkan Car Free Day (CFD) setiap hari Jumat di kawasan Gedung Rektorat hingga bundaran kampus. Kebijakan itu menjadi bagian dari upaya kampus mendorong gaya hidup sehat, penghematan energi, dan program keberlanjutan lingkungan.

Program tersebut masih memasuki tahap uji coba selama dua bulan. Meski demikian, UB memastikan aktivitas akademik tetap berjalan normal karena akses kendaraan menuju gerbang kampus tidak ditutup sepenuhnya.

Car Free Day UB Dorong Budaya Kampus Sehat

Sekretaris Universitas Brawijaya, Dr. Triwahyu Nugroho, menjelaskan kebijakan CFD bertujuan membangun perubahan budaya di lingkungan kampus. Menurutnya, civitas akademika perlu mulai beralih menuju pola hidup yang lebih sehat dan efisien dalam penggunaan energi.

Ia menyebut kebijakan itu juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat terkait penghematan bahan bakar. Karena itu, UB ingin menghadirkan ruang bersama yang lebih nyaman bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.

“Kita ingin menciptakan ruang bersama yang sehat bagi seluruh civitas akademika UB,” kata Triwahyu dalam BONSAI Podcast UB, Selasa (12/5/2026).

Selain mendukung pengurangan emisi kendaraan, program itu diharapkan memperkuat interaksi sosial di lingkungan kampus. Dengan demikian, area kampus tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga tempat bertemunya berbagai aktivitas kreatif mahasiswa.

CFD UB Jadi Ruang Ekspresi Mahasiswa

Triwahyu menjelaskan kawasan CFD nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan nonformal. Mahasiswa bisa menampilkan karya seni, musik akustik, hingga hasil riset dan inovasi teknologi.

Selain itu, kampus juga membuka ruang bagi pameran desain, seni rupa, robotik, dan karya kreatif lainnya. Menurutnya, suasana tanpa kendaraan akan membuat interaksi antarmahasiswa menjadi lebih terbuka.

UB berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat atmosfer kolaboratif di lingkungan perguruan tinggi. Karena itu, pengembangan ruang publik kampus menjadi bagian penting dari konsep green campus yang sedang dibangun.

UB Larang Pedagang Makanan di Area CFD

Meski mendukung aktivitas mahasiswa, Universitas Brawijaya membatasi jenis kegiatan perdagangan selama CFD berlangsung. Kampus tidak mengizinkan penjualan makanan di area bebas kendaraan tersebut.

Kampus Ingin Hindari Penumpukan Sampah

Triwahyu mengatakan larangan itu diterapkan untuk mencegah munculnya sampah berlebih. Selain menjaga kebersihan, kebijakan tersebut bertujuan menghindari tambahan pekerjaan pengelolaan lingkungan kampus.

Namun, mahasiswa masih diperbolehkan menjual produk tertentu selama tidak menimbulkan sampah. Ia mencontohkan penjualan tanaman bonsai sebagai salah satu aktivitas yang diperbolehkan.

“CFD tidak boleh ada yang jualan makanan, karena ditakutkan akan banyak sampah,” ujar Triwahyu.

Kebijakan itu sekaligus menunjukkan fokus UB terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Kampus ingin memastikan kegiatan publik tetap berjalan tanpa mengganggu kebersihan area pendidikan.

Uji Coba CFD UB Berlangsung Dua Bulan

Perwakilan UPT Green Campus UB, Angky Wahyu Putranto, mengatakan pelaksanaan CFD masih dalam tahap percobaan selama dua bulan ke depan. Evaluasi akan dilakukan setelah masa uji coba selesai.

Angky memastikan mahasiswa tetap dapat masuk ke area kampus menggunakan kendaraan. Namun, kendaraan bermotor tidak diperbolehkan melintas di sekitar Gedung Rektorat dan bundaran UB.

Menurutnya, akses di pintu gerbang kampus tetap dibuka seperti biasa. Karena itu, mahasiswa tidak perlu khawatir terkait mobilitas maupun layanan transportasi daring selama kebijakan berlangsung.

Ke depan, UB berharap program Car Free Day mampu menjadi bagian dari budaya baru kampus. Selain mendukung kesehatan, langkah itu juga memperkuat komitmen Universitas Brawijaya terhadap pembangunan berkelanjutan.

Exit mobile version