Victor Laiskodat Kucurkan Rp600 Juta untuk Mahasiswa NTT di Malang

Bantuan Pendidikan dan Sosial Difokuskan bagi Mahasiswa yang Kesulitan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Victor Laiskodat memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah menempuh pendidikan di Kota Malang. Dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan senilai Rp600 juta yang disalurkan lewat organisasi Flobamora Malang Raya.

Mayoritas bantuan itu akan difokuskan untuk kebutuhan sosial dan pendidikan mahasiswa NTT yang mengalami kesulitan selama menjalani perkuliahan di Kota Malang. Bantuan tersebut diharapkan mampu menjadi solusi bagi mahasiswa yang terkendala biaya pendidikan maupun persoalan darurat lainnya.

Ketua Flobamora Malang Raya, Peter Palbeno menjelaskan, dana sebesar Rp500 juta disiapkan khusus untuk membantu mahasiswa yang menghadapi kondisi mendesak. Mulai dari mahasiswa sakit, meninggal dunia hingga terancam putus kuliah akibat keterbatasan biaya.

“Totalnya Rp600 juta. Sebanyak Rp500 juta untuk bantuan mahasiswa yang misalnya sakit, meninggal dunia dan harus dipulangkan jenazahnya, atau mahasiswa yang hampir putus kuliah karena terkendala biaya,” ujar Peter, Selasa (26/5/2026).

Selain bantuan sosial dan pendidikan, Victor juga menyiapkan dana tambahan sebesar Rp100 juta. Dana tersebut nantinya diberikan kepada mahasiswa yang mampu menyusun proposal program terbaik untuk kemudian diseleksi secara langsung.

Peter mengaku bantuan dengan nominal besar tersebut di luar ekspektasi pihak Flobamora. Menurutnya, perhatian kepada mahasiswa perantauan dengan nilai bantuan besar masih jarang ditemukan.

“Jujur kami juga kaget. Biasanya pejabat bantu Rp10 juta saja sudah istimewa. Ternyata setelah beliau melihat jumlah mahasiswa NTT di Malang yang mencapai sekitar 26 ribu orang, beliau langsung tergerak,” katanya.

Flobamora Ingin Ubah Citra Mahasiswa NTT Lewat Kontribusi Positif

Peter menjelaskan, banyak mahasiswa NTT di Kota Malang menghadapi persoalan mendadak. Di antaranya kebutuhan biaya skripsi, kondisi kesehatan hingga musibah keluarga yang membutuhkan biaya besar dalam waktu singkat.

Kondisi tersebut, lanjut Peter, sering kali memberatkan keluarga mahasiswa di daerah asal. Karena itu, bantuan dari Victor diharapkan mampu meringankan beban mahasiswa yang sedang mengalami kesulitan.

Di sisi lain, Flobamora juga ingin memanfaatkan momentum tersebut untuk mengubah citra mahasiswa NTT di Kota Malang. Organisasi itu berupaya mendorong mahasiswa lebih dikenal melalui kontribusi positif di tengah masyarakat.

“Selama ini diakui atau tidak, kadang mahasiswa NTT dianggap membuat masalah. Nah, dari momen ini kami ingin menjadi solusi bagi Kota Malang,” ujarnya.

Peter mengatakan, Flobamora ke depan akan mendorong mahasiswa NTT lebih aktif dalam kegiatan sosial, lingkungan, seni budaya hingga program kemasyarakatan di tingkat RT/RW maupun kampus.

“Intinya kami ingin memposisikan diri sebagai bagian dari kota ini. Jangan menjadi masalah untuk kota ini,” ucapnya.

Mahasiswa Didorong Memiliki Pengalaman dan Keterampilan

Selain itu, Peter turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Malang dan sejumlah pihak yang selama ini memberikan perhatian terhadap keberadaan warga NTT di Kota Malang. Dukungan tersebut dinilai menjadi motivasi bagi Flobamora untuk menghimpun potensi warga NTT, termasuk akademisi dan profesional yang berkiprah di berbagai perguruan tinggi.

Tak hanya fokus pada bantuan pendidikan, Victor juga membuka peluang pendampingan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan minat di bidang peternakan, pertanian hingga lingkungan hidup.

“Beliau menawarkan peluang bagi mahasiswa yang ingin berkembang. Bahkan yang terancam putus kuliah diminta langsung mendaftar dan menyampaikan persoalannya,” katanya.

Dalam waktu dekat, Flobamora berencana memetakan potensi masing-masing mahasiswa asal NTT berdasarkan bidang studi yang ditempuh selama kuliah. Pemetaan tersebut nantinya menjadi dasar pelaksanaan program pengembangan mahasiswa.

Mahasiswa yang mengambil program studi pertanian, peternakan maupun perkebunan akan didorong memperoleh pengalaman praktik yang relevan dengan bidang keilmuan mereka. Flobamora juga berupaya memfasilitasi kebutuhan pendidikan mahasiswa melalui anggaran bantuan tersebut.

“Tentu kan nanti ada masa praktik, nah ini yang berusaha kami petakan, kami rumuskan untuk pelaksanaannya. Selain itu, kami juga ingin adik-adik mahasiswa ini tidak hanya membawa selembar kertas (ijazah) saat kembali ke kampung halaman. Mereka juga harus bawa pengalaman,” pungkas Peter.

Exit mobile version