Wamenkes RI Minta Pemkab Malang Segera Eliminasi Kasus TBC

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk segera melakukan berbagai upaya dalam rangka percepatan eliminasi kasus Tuberkulosis (TBC).

Benjamin mendorong Pemkab Malang untuk bergerak lebih agresif melalui skrining aktif, penelusuran kontak erat, serta pengobatan menyeluruh untuk memutus mata rantai penularan penyakit yang hingga kini masih menjadi persoalan kesehatan nasional.

Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri Gebyar Percepatan Eliminasi TBC melalui Skrining Sistematis Tuberkulosis (SSTB) menggunakan X-Ray, Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Senam Bugar di SMK Bina Bangsa, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Ia menegaskan, eliminasi TBC merupakan salah satu program prioritas nasional yang masuk dalam program hasil terbaik cepat pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto. Langkah luar biasa dinilai menjadi keharusan mengingat Indonesia masih menempati jumlah kasus TBC terbanyak kedua setelah India.

“Indonesia masih berada di posisi kedua dunia untuk kasus TBC. Ini menjadi perhatian langsung Presiden sehingga penanganannya tidak bisa dilakukan secara biasa. Harus ada gerakan extraordinary yang melibatkan seluruh elemen,” tegas Benjamin, Jumat (3/72026).

Menurut dokter spesialis paru tersebut, strategi penanganan selama ini perlu diperkuat. Fokus pemerintah kini tidak hanya memastikan pasien menjalani pengobatan hingga sembuh, tetapi juga menemukan seluruh kontak erat yang tinggal serumah agar segera diperiksa dan memperoleh terapi pencegahan apabila diperlukan.

Ia menjelaskan, pasien TBC yang tidak segera ditemukan dan diobati berpotensi terus menularkan penyakit kepada anggota keluarga maupun lingkungan sekitarnya. Karena itu, pendekatan aktif melalui skrining massal menjadi instrumen utama dalam mempercepat penurunan kasus.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, diperkirakan terdapat 4.800 penderita TBC pada 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.300 orang telah menjalani pendampingan pengobatan dan masih terdapat sekitar 1.500 kasus yang harus segera ditemukan dan ditangani.

“Ini menjadi pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Selama masih ada penderita yang belum ditemukan, potensi penularan akan tetap terjadi. Karena itu pencarian kasus harus dilakukan secara aktif, terutama terhadap anggota keluarga yang memiliki kontak erat,” ujar Benjamin.

Benjamin juga menekankan bahwa keberhasilan eliminasi TBC tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan. Pemerintah daerah diminta membangun kolaborasi lintas sektor dengan perguruan tinggi, rumah sakit, organisasi masyarakat, TNI, Polri, hingga tokoh masyarakat agar edukasi dan deteksi dini menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Selain mempercepat eliminasi TBC, Kementerian Kesehatan juga mendorong optimalisasi Program Cek Kesehatan Gratis sebagai upaya memperkuat deteksi dini berbagai penyakit. Melalui pemeriksaan kesehatan rutin, masyarakat dapat mengetahui risiko penyakit seperti hipertensi, stroke, penyakit jantung, hingga gangguan ginjal sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.

Benjamin menyebut kunjungannya ke Kabupaten Malang merupakan bagian dari pemantauan nasional pelaksanaan SSTB dan CKG. Hingga saat ini, ia telah melakukan monitoring di 24 provinsi untuk memastikan implementasi program berjalan sesuai target pemerintah pusat.

Sementara itu, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib menyatakan Pemkab Malang siap mempercepat langkah penanganan TBC. Menurutnya, Dinas Kesehatan selama ini telah menjalankan Cek Kesehatan Gratis di seluruh puskesmas sebagai bagian dari upaya deteksi dini penyakit menular maupun tidak menular.

Lathifah mengakui masih terdapat sekitar 1.500 kasus yang harus menjadi perhatian bersama. Kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus segera dituntaskan agar penyebaran TBC tidak semakin meluas di tengah masyarakat.

“Pekerjaan rumah kita masih ada sekitar 1.500 kasus yang harus segera ditemukan dan ditangani. Jangan sampai menjadi sumber penularan baru yang semakin sulit dikendalikan,” kata Lathifah.

Pihaknya juga menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh percepatan eliminasi TBC melalui penguatan skrining berbasis X-Ray, penelusuran kontak erat, pemberian terapi pencegahan, serta pendampingan pengobatan hingga tuntas. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat pencapaian target eliminasi TBC sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Malang.

Exit mobile version