Kabupaten Malang

UTBK UB 2026 Berjalan Lancar, Tingkat Kehadiran Peserta Capai 97 Persen

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Pelaksanaan UTBK UB 2026 di Universitas Brawijaya selama enam hari, 21–26 April, berlangsung lancar dengan tingkat kehadiran peserta mencapai 97 persen, sementara kendala yang muncul relatif kecil dan dapat ditangani secara cepat oleh panitia.

Kelancaran UTBK UB 2026 menjadi indikator kesiapan institusi dalam menyelenggarakan seleksi nasional berbasis komputer secara tertib, aman, dan inklusif, sekaligus mencerminkan efektivitas koordinasi teknis di lapangan.

Iklan

UTBK UB 2026 Minim Kendala Teknis dan Administratif

Koordinator Pelaksana UTBK UB, Arif Hidayat, menjelaskan bahwa hambatan yang muncul selama pelaksanaan mayoritas bersifat administratif, seperti peserta yang tidak membawa kartu ujian atau identitas diri.

“Ada satu peserta yang terlambat lebih dari 30 menit sehingga tidak diperbolehkan mengikuti ujian sesuai aturan. Padahal jika yang bersangkutan segera melaporkan kesulitan yang dihadapi, sebenarnya masih bisa difasilitasi,” jelasnya.

Dari total 16.225 peserta yang terdaftar, sebanyak 15.841 peserta hadir mengikuti ujian. Angka ini menunjukkan partisipasi yang tinggi, dengan tingkat ketidakhadiran hanya berkisar 2–3 persen di setiap sesi.

Sebaran peserta masih didominasi wilayah Jawa Timur dengan 91 persen, sementara sisanya berasal dari berbagai provinsi seperti Jawa Barat, Kalimantan Timur, Jawa Tengah, hingga satu peserta dari luar negeri, yakni Thailand.

Fasilitas Inklusif dan Dukungan Teknis Optimal

Dalam pelaksanaan UTBK UB 2026, kampus juga memberikan perhatian pada aspek inklusivitas. Fasilitas khusus disediakan bagi peserta berkebutuhan khusus, termasuk low vision dan tunanetra, melalui penyesuaian perangkat dan ruang ujian.

Perangkat dengan layar lebih besar serta pengaturan kontras khusus menjadi bagian dari upaya memastikan kenyamanan peserta sebelum ujian dimulai, sekaligus menjamin kesetaraan akses dalam proses seleksi.

Direktur Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik UB, Rosihan Asmara, menegaskan bahwa kelancaran UTBK UB 2026 juga ditopang oleh kesiapan infrastruktur teknis.

“Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Indikasinya tidak banyak peserta yang terlambat, kemudian hanya 1-2 peserta yang mengalami kendala dokumen dan itu bisa segera diatasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa gangguan teknis seperti komputer yang mengalami freeze dapat segera diatasi dengan penggantian perangkat, sementara sistem kelistrikan tetap stabil berkat dukungan genset saat terjadi pemadaman.

Pengawasan Ketat dan Evaluasi Ke Depan

Dari sisi integritas, pelaksanaan UTBK UB 2026 berlangsung tanpa indikasi kecurangan. Pengawasan dilakukan secara ketat untuk memastikan seluruh proses seleksi berjalan sesuai prinsip kejujuran dan transparansi.

UB juga melibatkan berbagai pihak pendukung, termasuk tenaga keamanan dan instansi eksternal seperti PLN, guna memastikan operasional ujian berjalan tanpa hambatan berarti.

Ke depan, evaluasi akan difokuskan pada penyempurnaan sistem aplikasi guna meminimalisir potensi kendala teknis yang masih muncul, sekaligus meningkatkan efisiensi pelaksanaan.

Dengan capaian tersebut, UTBK UB 2026 tidak hanya mencerminkan keberhasilan teknis penyelenggaraan, tetapi juga mempertegas komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan sistem seleksi yang adil, inklusif, dan berkelanjutan bagi calon mahasiswa di seluruh Indonesia.

Iklan
Iklan
Iklan