SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Pembangunan Jembatan Sonokembang di Kota Malang menunjukkan akselerasi signifikan. Proyek ini bahkan melampaui target progres yang telah ditetapkan sejak awal kontrak.
Memasuki minggu ke-12 sejak dimulai pada Februari 2026, capaian fisik di lapangan mencapai 17,8 persen. Angka ini jauh di atas target rencana yang hanya berada di kisaran 11,5 persen.
Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyebut percepatan ini hasil kerja intensif tim di lapangan. Ia memastikan ritme pembangunan tetap dijaga hingga tahap berikutnya.
“Progresnya mestinya 11,5 persen, di lapangan sudah 17,8 sekian,” ujar Dandung, Selasa (28/4/2026).
Tahap Struktur Bawah Mulai Digenjot
Saat ini, pembangunan memasuki fase abutment, yakni struktur penopang di ujung jembatan. Tahap ini menjadi fondasi penting sebelum pengerjaan bagian atas dilakukan.
Pekerjaan meliputi penggalian pondasi hingga pengecoran yang sebagian telah selesai. Proses ini menentukan kekuatan utama jembatan dalam jangka panjang.
“Sekarang fokus gali pondasi jembatan, kemudian pengecoran,” jelas Dandung.
Siap Masuk Pemasangan Girder
Setelah abutment rampung, proyek akan berlanjut ke pemasangan girder. Komponen ini merupakan balok utama penyangga badan jembatan.
Girder akan menjadi dasar sebelum pengecoran struktur atas dilakukan. Tahapan ini biasanya menjadi penentu percepatan proyek secara keseluruhan.
“Selanjutnya pemasangan balok girder, balok utama jembatan itu,” tambahnya.
Cuaca Jadi Tantangan, Bukan Hambatan
Cuaca sempat menjadi kendala saat hujan deras mengguyur area proyek. Galian pondasi yang sudah dibuat sempat tergerus air.
Namun, tim hanya perlu melakukan pembersihan ulang tanpa dampak signifikan pada jadwal. Pekerjaan tetap berjalan sesuai rencana percepatan.
“Enggak ada hambatan berarti, hanya hujan kemarin. Galian sempat hilang kena air,” ungkap Dandung.
Lalu Lintas Dialihkan Lewat Jembatan Bailey
Selama pembangunan berlangsung, arus kendaraan dialihkan ke jembatan darurat jenis Bailey. Fasilitas ini dipinjam dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional.
Pengalihan ini menjaga mobilitas warga tetap lancar tanpa mengganggu proses konstruksi utama.
“Jembatan Bailey itu kita pinjam dari Balai Besar Jalan Nasional,” jelasnya.
Target Rampung Lebih Cepat
Jembatan Sonokembang dirancang memiliki lebar 10 meter dan panjang 15 meter. Dimensi ini disesuaikan dengan kebutuhan akses dan volume kendaraan di kawasan tersebut.
Pekerjaan pondasi ditargetkan selesai dalam dua minggu ke depan. Setelah itu, proyek langsung masuk tahap pemasangan girder.
Dandung optimistis proyek dapat selesai lebih cepat dari kontrak. Target penyelesaian dipatok akhir Juni 2026.
“Targetnya akhir Juni selesai, meski kontrak sampai 15 Juli,” tandasnya.



















