Jakarta Fashion Week 2027 Dibuka, Wastra Nusantara dan Kolaborasi Global Jadi Andalan

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan sambutan dalam pembukaan Jakarta Fashion Week 2027 bertema “City of New Lights” di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta, Senin (26/10/2026). (Foto: Dok. Kemenpar)

SUARAMALANG.COM, Jakarta – Jakarta Fashion Week (JFW) 2027 resmi dibuka di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta, Senin (26/10/2026). Mengusung tema “City of New Lights”, perhelatan yang berlangsung hingga 1 November 2026 ini menghadirkan lebih dari 100 karya kreatif desainer Indonesia dan sejumlah negara untuk memperkuat posisi industri mode nasional di pasar internasional.

Lebih dari sekadar peragaan busana, JFW 2027 diarahkan menjadi ruang kolaborasi antara desainer, pelaku industri, mitra internasional, dan pasar. Berbagai karya yang ditampilkan mengeksplorasi material, siluet, serta pendekatan desain yang mencerminkan perkembangan kreativitas di industri fashion.

Partisipasi desainer internasional berasal dari sejumlah negara, antara lain Singapura, Filipina, Thailand, Malaysia, Kamboja, Vietnam, Korea Selatan, dan Australia. Pertemuan lintas negara ini membuka ruang pertukaran perspektif sekaligus memperluas jejaring bagi pelaku mode Indonesia.

Ketua Jakarta Fashion Week sekaligus CEO GCMedia Group, Svida Alisjahbana, mengatakan JFW memiliki peran strategis dalam menghubungkan talenta kreatif dengan industri dan peluang pasar.

Menurutnya, semangat “City of New Lights” menekankan pentingnya keberagaman perspektif, identitas kreatif, dan kolaborasi untuk menciptakan nilai tambah bagi ekosistem fashion nasional.

Wastra Nusantara Dibawa ke Panggung Internasional

Salah satu agenda yang menonjol dalam JFW 2027 adalah kolaborasi bertajuk Waves of Weave bersama Kementerian Pariwisata RI dan Indonesia Heritage Agency. Program ini mengangkat wastra Nusantara, tekstil Asia Tenggara, serta kebaya yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO, dengan partisipasi lima negara.

Baca Juga:  Prabowo Berdiri di Depan Gunung Uang Rp 13 Triliun Hasil Korupsi CPO, Simbol Pengembalian Kerugian Negara Terbesar

Penguatan identitas budaya melalui fashion menjadi peluang untuk mempertemukan kekayaan tradisi dengan perkembangan pasar modern. Wastra tidak hanya memiliki nilai sebagai produk budaya, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengembangan produk kreatif, pariwisata, dan usaha lokal.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai industri mode memiliki peran strategis dalam pengembangan pariwisata berkualitas, khususnya melalui wisata belanja atau shopping tourism.

Ia berharap semakin banyak wisatawan tertarik mengenal karya desainer Indonesia, mengunjungi sentra wastra, menyaksikan proses kreatif perajin, hingga membeli produk yang merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia.

Pemerintah juga mendorong pengembangan diplomasi mode atau fashion diplomacy untuk memperkuat pemahaman lintas budaya dan hubungan antarnegara. Dalam jangka panjang, Jakarta diharapkan dapat berkembang menjadi pusat mode Asia Tenggara yang mempertemukan talenta kreatif dari berbagai negara.

Kolaborasi dan Regenerasi Desainer Jadi Fokus

Penguatan industri fashion juga dilakukan melalui kolaborasi dengan mitra internasional, termasuk Design at Orchard (DORS) dari Singapura, Korea Creative Content Agency (KOCCA) dari Korea Selatan, serta Kedutaan Besar Australia melalui RMIT School of Fashion and Textile.

Creative Director Jakarta Fashion Week, Rd. Andandika Surasetja, menyebut kolaborasi lintas negara dan sektor dapat memperluas peran JFW sebagai penggerak ekosistem industri kreatif. Pertukaran perspektif diharapkan membuka peluang kemitraan sekaligus mendorong lahirnya gagasan baru.

Baca Juga:  Rp11,4 Triliun Masuk Kas Negara! Kejagung Bongkar Aliran Dana dari Hutan, Presiden Ungkap Dampaknya

Di sisi lain, JFW mempertahankan sejumlah program untuk mendukung regenerasi desainer dan pengembangan jenama lokal. Program tersebut meliputi Lomba Perancang Mode, Lomba Perancang Mode Menswear, Lomba Perancang Aksesori, Fashion Force Awards, Fashionlink, dan Dewi Luxe Market.

Rangkaian tersebut memberikan ruang bagi talenta baru untuk memperkenalkan karya sekaligus membangun koneksi dengan pelaku industri dan pasar.

Dengan menggabungkan promosi budaya, pengembangan talenta, dan jejaring internasional, Jakarta Fashion Week 2027 berupaya memperluas kontribusi industri mode terhadap ekonomi kreatif Indonesia. Tantangannya adalah memastikan kolaborasi dan eksposur yang tercipta dapat berlanjut menjadi peluang usaha serta memperkuat daya saing desainer lokal.