Akhiri Penantian 13 Tahun, Proyek Drainase Bondowoso-Tidar Malang Segera Dimulai Juni Ini

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Penantian panjang warga di kawasan Gading Kasri dan Bareng untuk bebas dari kepungan banjir mulai menemui titik terang. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) memastikan akan melanjutkan proyek drainase Jalan Bondowoso hingga Jalan Tidar yang sempat mangkrak sejak tahun 2013 silam.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPRPKP Kota Malang, Kristiyan Bagus Muryanto, mengungkapkan bahwa saat ini proses pengadaan sedang berjalan. Jika tidak ada kendala pada masa sanggah, penandatanganan kontrak dijadwalkan maksimal pada 23 April mendatang.​

“Prosesnya masih berjalan, mulai dari kontrak hingga persiapan administrasi lainnya. Kami memperkirakan pengerjaan fisik bisa dimulai sekitar Juni nanti,” ujar Bagus saat ditemui awak media.

Menuntaskan Masalah Klasik
Proyek sepanjang 1,2 kilometer ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur biasa. Bagi warga sekitar, ini adalah harapan untuk menyudahi “tradisi” banjir yang sudah berlangsung belasan tahun.

Selama ini, kawasan Tidar dan Bondowoso menjadi salah satu titik kiriman air yang kerap meluap ke pemukiman di daerah hilir seperti Bareng.

Dengan melanjutkan proyek yang terhenti lebih dari satu dekade lalu, Pemkot Malang berupaya mengintegrasikan kembali sistem drainase yang terputus.

Targetnya, aliran air akan lebih lancar dan volume genangan di jalan raya bisa direduksi secara signifikan.

Target Selesai 2027
Mengingat skala pengerjaannya yang besar, proyek ini diprediksi tidak akan selesai dalam satu tahun anggaran. Bagus menjelaskan bahwa pengerjaan fisik dua drainase besar di kota ini memerlukan waktu sekitar 18 bulan.

​”Targetnya pengerjaan berlangsung hingga 2027 mendatang. Kami berharap masyarakat bisa bersabar selama proses konstruksi, karena ini adalah solusi jangka panjang untuk kenyamanan warga sendiri,” tambahnya.

​Jika pengerjaan dimulai tepat waktu pada Juni 2026, maka pada awal 2027 warga Malang diharapkan sudah bisa merasakan perubahan nyata pada sistem drainase di kawasan tersebut.

Selain menyasar Bondowoso-Tidar, di saat yang bersamaan Pemkot juga menggarap jalur drainase dari Jalan Jaksa Agung Suprapto hingga Letjend Sutoyo untuk memecah titik banjir di pusat kota.

Exit mobile version