Gus Ipul Lantik Hasan Chabibie Jadi Sekjen Kemensos, Soroti Reformasi Birokrasi

Menteri Sosial Saifullah Yusuf melantik M Hasan Chabibie sebagai Sekretaris Jenderal Kemensos di Jakarta, Rabu (14/10/2026). (Foto: Dok. Kemensos)

SUARAMALANG.COM, JAKARTA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melantik M Hasan Chabibie sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos), Rabu (14/10/2026). Pergantian pejabat ini diikuti sejumlah arahan untuk memperkuat tata kelola birokrasi, mempercepat pelayanan, dan meningkatkan akuntabilitas program sosial.

Hasan menggantikan Robben Rico yang mendapat penugasan baru sebagai staf ahli menteri bidang teknologi kesejahteraan sosial. Pelantikan berlangsung di kantor Kemensos, Jakarta, disaksikan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan, serta jajaran pejabat Kemensos.

Dalam sambutannya, Gus Ipul menegaskan pergantian pejabat bukan sekadar perubahan nama dalam struktur organisasi, melainkan momentum untuk memperbaiki cara kerja dan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

“Saya tidak ingin pergantian hanya mengubah nama di pintu ruangan, tetapi cara kerja tetap sama. Perubahan harus terasa dalam kecepatan kerja, kualitas keputusan, ketertiban administrasi, dan yang paling penting dalam pelayanan kepada yang lain,” ujarnya.

Lima Arahan untuk Jajaran Kemensos

Gus Ipul menyampaikan lima arahan utama yang harus menjadi perhatian seluruh jajaran Kemensos di bawah kepemimpinan Sekjen baru.

Pertama, menjaga integritas dengan menerapkan prinsip antikorupsi dan toleransi nol terhadap pelanggaran. Kedua, membangun ekosistem kerja yang terbuka, egaliter, responsif, dan produktif.

Baca Juga:  Rumah Ahmad Sahroni Dijarah, Massa Bawa Pulang iPhone, Piano, hingga Patung Iron Man

Ketiga, menjalankan mandat pemerintah melalui program Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), bantuan sosial (bansos), graduasi penerima bantuan, serta Sekolah Rakyat. Keempat, memperkuat konsolidasi satuan kerja terpadu agar ego sektoral tidak menghambat pelaksanaan program.

Kelima, menjaga hubungan kerja dengan mitra eksternal, termasuk DPR, kementerian dan lembaga lain, serta aparat penegak hukum.

Menurut Gus Ipul, kepercayaan publik harus dibangun melalui kinerja yang transparan dan akuntabel. Karena itu, Sekjen memiliki peran penting dalam memastikan tata kelola organisasi berjalan sesuai aturan dan mendukung pelaksanaan program pemerintah.

Keuangan, Digitalisasi, dan Pelayanan Publik Jadi Prioritas

Secara khusus, Gus Ipul meminta Hasan memperhatikan tata kelola keuangan dan aset negara, mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), serta menindaklanjuti setiap temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Pengadaan barang dan jasa juga diminta berjalan transparan, sesuai ketentuan, dan bebas dari konflik kepentingan. Di bidang kepegawaian, Gus Ipul menekankan penerapan sistem merit dalam manajemen aparatur sipil negara (ASN), penegakan disiplin, serta reformasi birokrasi.

Transformasi digital turut menjadi perhatian. Gus Ipul meminta proses kerja disederhanakan, pelayanan dipercepat, dan teknologi dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi serta pengawasan.

Baca Juga:  Lengkap! Inilah 40 Calon Pahlawan Nasional 2025 yang Resmi Diajukan Kemensos

Ia juga menekankan pentingnya kepastian hukum dan komunikasi publik yang cepat serta akurat. Informasi mengenai kinerja maupun respons terhadap persoalan harus disampaikan berdasarkan data.

Gus Ipul berharap Hasan dapat mempertahankan capaian positif pendahulunya sekaligus memperbaiki kekurangan yang masih ada. Ia juga meminta seluruh pegawai mendukung kepemimpinan Sekjen baru agar program sosial dapat menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan.

“Kerja kita di sini adalah untuk rakyat yang paling membutuhkan mengeksekusi program-program Presiden,” kata Gus Ipul.

Ia menyebut keluarga miskin, anak-anak yang ingin bersekolah, lansia, penyandang disabilitas, serta masyarakat yang belum tersentuh layanan negara sebagai kelompok yang harus menjadi perhatian utama Kemensos.