SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Keterbatasan anggaran membuat kontingen Kota Malang belum bisa memberangkatkan seluruh atlet untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV Jawa Timur 2026. Dari usulan 423 atlet yang diajukan 28 cabang olahraga (cabor), Pemerintah Kota Malang hanya menyiapkan pembiayaan bagi sekitar 200 atlet dan 30 ofisial.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Arif Try Sastiawan mengatakan anggaran yang tersedia belum mencukupi kebutuhan seluruh kontingen. Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada media, alokasi tersebut disebut berkisar Rp1 miliar hingga Rp1,3 miliar.
Arif menjelaskan, setiap cabor diminta mengusulkan atlet terbaik berdasarkan rekam jejak prestasi. Disporapar kemudian memverifikasi dokumen pendukung, termasuk sertifikat prestasi, sebelum menetapkan atlet yang memperoleh pembiayaan pemerintah.
Atlet Jalur Mandiri Hadapi Ketentuan Berbeda
Pembatasan kuota membuka kemungkinan sejumlah atlet tetap berangkat dengan biaya sendiri. Dalam opsi ini, orang tua atau wali perlu menanggung kebutuhan seperti penginapan, konsumsi, transportasi, dan seragam kontingen sesuai ketentuan yang dijelaskan Disporapar.
Arif menyebut biaya harian yang dirancang berkisar Rp667.000 hingga Rp841.800. Namun, angka tersebut merupakan perkiraan kebutuhan, bukan nominal wajib yang harus dibayarkan semua wali. Atlet yang memiliki alternatif tempat tinggal atau konsumsi, misalnya di rumah kerabat, dapat menyesuaikan pengeluarannya. Jersey pertandingan disebut tetap menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi.
Persoalan lain muncul pada perlindungan atlet. Menurut Arif, atlet yang dibiayai pemerintah telah didaftarkan sebagai peserta BPJS, sedangkan atlet jalur mandiri tidak memperoleh fasilitas asuransi tersebut dari anggaran Disporapar.
Surat pernyataan bagi atlet mandiri juga memuat ketentuan mengenai tanggung jawab biaya, klaim bonus atau penghargaan, serta risiko selama pertandingan. Karena menyangkut perlindungan dan hak atlet, ketentuan tersebut perlu dipahami secara cermat oleh orang tua atau wali sebelum menyetujui keberangkatan.
Disporapar Masih Berkoordinasi dengan KONI
Disporapar menyebut koordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang masih berlangsung untuk mencari kemungkinan bantuan pembiayaan tambahan. Hingga keterangan Arif disampaikan pada Kamis (8/10/2026), belum ada keputusan final mengenai jumlah atlet yang dapat dibantu melalui skema tersebut.
Kebutuhan anggaran juga mencakup akomodasi kontingen karena POPDA XV Jatim 2026 dijadwalkan berlangsung pada November di tiga wilayah, yakni Kabupaten Ngawi sebagai tuan rumah utama serta Kota Surabaya dan Kabupaten Kediri sebagai tuan rumah pendukung.
Arif mengatakan dirinya ingin seluruh atlet dapat berangkat, tetapi keterbatasan dana memaksa Disporapar menentukan prioritas. Ia juga menyebut tersedia anggaran sekitar Rp300 juta untuk bonus atlet berprestasi yang diberangkatkan pemerintah. Besaran itu menjadi pertimbangan dalam pengaturan hak penghargaan bagi atlet yang mengikuti kompetisi melalui jalur mandiri.
Keputusan akhir mengenai kemungkinan bantuan dari KONI dan jumlah atlet yang mendapat pembiayaan tambahan masih ditunggu. Sementara itu, persiapan kontingen harus mempertimbangkan bukan hanya peluang meraih medali, tetapi juga kepastian biaya dan perlindungan bagi para atlet pelajar.














