SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Ketua Umum DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Malang Makhrus Sholeh menegaskan komitmen kepengurusan HKTI Kabupaten Malang untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan sektor pertanian serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan usai mengikuti pelantikan Pengurus DPD HKTI Jawa Timur dan DPC HKTI kabupaten/kota se-Jawa Timur periode 2026–2031 yang dipimpin langsung Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI sekaligus Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono, di Kawasan Taman Edukasi Embung Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Jumat (17/7/2026).
Makhrus Sholeh menyampaikan, HKTI Kabupaten Malang siap mengawal berbagai program pemerintah di sektor pertanian melalui kolaborasi yang erat dengan petani, kelompok tani (Poktan), gabungan kelompok tani (Gapoktan), serta seluruh pemangku kepentingan.
“Sebagai organisasi, apa yang baik untuk masyarakat dan program pemerintah tentu kita dukung. Kalau ada yang belum baik, kita laporkan supaya terus diperbaiki,” ujar Makhrus, Jumat (17/7/2026).
Makhrus menyebut, HKTI memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan petani. Karena itu, seluruh jajaran DPC maupun PAC HKTI Kabupaten Malang akan terus memperkuat koordinasi di tingkat desa hingga kecamatan agar berbagai program pembangunan pertanian dapat berjalan optimal.
Selain mendukung peningkatan produktivitas pertanian, HKTI Kabupaten Malang juga berkomitmen mengawal penyaluran pupuk bersubsidi agar tepat sasaran serta memastikan petani yang berhak memperoleh akses terhadap berbagai program pemerintah.
“Kalau distribusi pupuk belum lancar, kita harus ikut membantu agar penyalurannya berjalan baik. Sembilan sektor pertanian yang berhak menerima pupuk subsidi namun belum memperoleh haknya juga harus kita perjuangkan,” kata Makhrus.
Pihaknya menilai Kabupaten Malang memiliki potensi besar sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan nasional. Produksi padi yang terus mengalami surplus serta posisi Kabupaten Malang sebagai salah satu sentra pembibitan jagung terbesar di Indonesia menjadi modal penting dalam mendukung swasembada pangan.
“Hampir 40 persen kebutuhan benih jagung nasional berasal dari Kabupaten Malang. Ini merupakan potensi besar yang harus terus dijaga dan dikembangkan bersama,” tutur Makhrus.
Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme petani dalam kegiatan Temu Tani yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus HKTI se-Jawa Timur. Menurutnya, kehadiran Sudaryono menjadi motivasi bagi para petani untuk terus meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat semangat dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Ke depan, HKTI Kabupaten Malang berkomitmen memperkuat kemitraan dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan agar setiap kebijakan di bidang pertanian dapat memberikan manfaat nyata bagi petani dan mendorong terwujudnya sektor pertanian yang maju, mandiri dan berkelanjutan.
“Harapan kami petani bisa maju bersama HKTI. Dengan dukungan pemerintah, kolaborasi yang kuat, serta semangat gotong royong seluruh pengurus, sektor pertanian akan semakin maju, ketahanan pangan semakin kokoh, dan kesejahteraan petani terus meningkat,” pungkas Makhrus.
