SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Hujan mengguyur sejumlah wilayah Malang sejak dini hari, Senin (2/11/2026). Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Apakah Malang sudah memasuki musim penghujan?
November biasanya menjadi periode peralihan menuju musim hujan di sejumlah wilayah Jawa Timur. Namun, hujan yang turun belakangan ini belum otomatis menandakan awal musim hujan secara klimatologis.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) justru memprediksi sebagian besar wilayah Jawa Timur baru memasuki musim hujan pada Desember 2026.
Seluruh Wilayah Kota Malang Diprediksi Masuk Musim Hujan Desember
Berdasarkan prakiraan musim hujan 2026/2027, BMKG membagi awal musim hujan Jawa Timur ke dalam 74 Zona Musim (ZOM).
Dari jumlah tersebut, sebanyak lima ZOM diprediksi memasuki musim hujan pada November 2026. Sementara itu, 68 ZOM lainnya diperkirakan menyusul pada Desember 2026.
Satu ZOM tersisa baru diprediksi memasuki musim hujan pada Januari 2027.
Menariknya, seluruh kecamatan di Kota Malang masuk dalam wilayah yang diprediksi mengalami awal musim hujan pada Desember 2026.
Lima kecamatan tersebut meliputi Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun.
Prediksi serupa juga berlaku untuk sebagian besar wilayah Kabupaten Malang. Daerah tersebut mencakup 33 kecamatan, mulai Ampelgading hingga Wonosari.
Hujan Lokal Tidak Selalu Menandakan Musim Penghujan
Meski hujan mulai turun pada November, masyarakat perlu memahami perbedaan hujan harian dan awal musim hujan.
Hujan dapat terjadi akibat perkembangan awan konvektif dan dinamika atmosfer setempat. Fenomena tersebut bisa memicu hujan meski suatu wilayah belum memasuki musim hujan.
BMKG menggunakan kriteria klimatologis untuk menentukan awal musim hujan. Penentuan tersebut tidak hanya mengacu pada satu atau dua kejadian hujan.
Karena itu, hujan yang mengguyur Malang sejak dini hari belum cukup menjadi penanda pergantian musim.
El Nino Sangat Kuat Picu Kemunduran Musim Hujan
BMKG juga mengungkap faktor iklim yang memengaruhi mundurnya awal musim hujan 2026/2027.
Salah satunya adalah fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
Selain itu, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif turut memengaruhi dinamika iklim kawasan Indonesia.
Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Anung Suprayitno, sebelumnya menjelaskan bahwa kedua fenomena tersebut berpengaruh terhadap pergeseran awal musim hujan.
Berdasarkan prediksi BMKG, sebanyak 70 ZOM di Jawa Timur mengalami kemunduran awal musim hujan dibandingkan kondisi normalnya.
Angka tersebut setara dengan sekitar 96,6 persen luas daratan Jawa Timur.
Warga Tetap Perlu Mewaspadai Potensi Hujan
Meski awal musim hujan diprediksi mundur, masyarakat tidak boleh mengabaikan potensi hujan dalam beberapa pekan mendatang.
Prakiraan BMKG untuk Senin (2/11/2026) menunjukkan potensi hujan ringan di lima kecamatan Kota Malang.
Prakiraan tersebut juga menunjukkan kondisi cuaca yang dapat berubah sepanjang hari. Masyarakat perlu memperhatikan pembaruan informasi cuaca sebelum beraktivitas.
Selain menyiapkan perlengkapan hujan, warga perlu memeriksa saluran drainase dan lingkungan sekitar.
Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi genangan maupun dampak cuaca ekstrem. Terlebih, perubahan cuaca dapat berlangsung cepat pada masa peralihan musim.
Dengan demikian, hujan yang mengguyur Malang pada awal November belum menjadi bukti bahwa seluruh wilayah telah memasuki musim penghujan.
Jika mengacu pada prediksi BMKG, Kota Malang dan sebagian besar Kabupaten Malang baru diperkirakan memasuki musim hujan pada Desember 2026.












