SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Kasus penusukan satpam perumahan di Kota Malang mulai menemukan titik terang. Satreskrim Polresta Malang Kota kini memburu dua pria yang diduga terlibat dalam aksi berdarah tersebut.
Polisi mengaku sudah mengantongi identitas terduga pelaku. Namun, keduanya belum ditemukan saat petugas mendatangi alamat yang diketahui.
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Rahmat Aji Prabowo mengatakan penyidik masih melacak keberadaan para pelaku. Polisi juga menggandeng jajaran lain dalam proses pencarian.
“Identitas sudah diketahui, namun saat didatangi pelaku tidak ada di tempat,” ujar Rahmat, Senin (11/5/2026).
Berawal dari Kecurigaan Warga
Peristiwa itu bermula saat warga mencurigai dua pria membawa material bangunan pada malam hari. Kecurigaan tersebut kemudian disampaikan kepada korban yang sedang berjaga di kawasan perumahan.
Korban lalu mendatangi dua pria itu di bawah flyover kawasan Kedungkandang. Di lokasi tersebut, cekcok diduga sempat terjadi sebelum penusukan berlangsung.
“Korban sempat menegur pelaku, lalu terjadi adu mulut sebelum penusukan,” kata Rahmat.
Penyidik menduga material bangunan yang dibawa pelaku berasal dari aksi pencurian di sekitar lokasi. Polisi sementara mengidentifikasi sejumlah barang seperti usuk dan galvalum.
Polisi Dalami Dugaan Sindikat
Laporan pencurian material bangunan sendiri tercatat di Polsek Kedungkandang. Penyidik kini mencoba menghubungkan dugaan pencurian dengan aksi penusukan yang menewaskan petugas keamanan tersebut.
Meski mengarah pada dua pelaku, polisi belum memastikan apakah keduanya bagian dari jaringan pencurian. Penyidik masih mendalami pola aksi dan hubungan antar pelaku.
“Masih kami dalami apakah mereka sindikat atau hanya pelaku biasa,” tegas Rahmat.
Identitas Belum Dibuka
Kepolisian belum membuka identitas para terduga pelaku kepada publik. Langkah itu diambil agar proses pengejaran tidak mengganggu pendalaman kasus.
Selain itu, polisi ingin memastikan seluruh keterangan sesuai hasil pemeriksaan nantinya. Penyidik juga mengantisipasi kemungkinan muncul fakta baru saat pelaku tertangkap.
“Jangan sampai kami sampaikan identitasnya, ternyata hasil pemeriksaan berbeda,” pungkas Rahmat.


















