SUARAMALANG.COM, SURABAYA – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, meraih predikat lulusan terbaik Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XI tahun 2026. Prestasi tersebut menjadi modal sekaligus tantangan untuk menerapkan inovasi kepemimpinan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Khairul menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam penutupan PKN Tingkat II Angkatan XI di Kampus Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur, Surabaya, awal Oktober 2026.
Pelatihan yang berlangsung selama 107 hari tersebut diikuti 52 pejabat dari berbagai instansi pemerintah dan daerah di Indonesia. Khairul dinobatkan sebagai peserta terbaik setelah meraih nilai tertinggi dibandingkan peserta lainnya.
Prestasi ini menjadi sorotan karena kepemimpinan di sektor pekerjaan umum berkaitan erat dengan kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur yang berfungsi baik, konektivitas wilayah, serta kualitas pelayanan pemerintahan. Namun, capaian dalam pelatihan baru akan memiliki arti lebih luas apabila gagasan perubahan yang disusun dapat diterapkan secara nyata di lingkungan kerja.
Khofifah Tekankan Kolaborasi dan Inovasi Berkelanjutan
Dalam penutupan pelatihan, Khofifah menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan kepemimpinan tidak cukup diukur dari kelulusan atau prestasi akademik. Hasil pembelajaran perlu tercermin dalam penerapan pengetahuan, keberlanjutan inovasi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Menurut Khofifah, proyek perubahan yang disiapkan selama pelatihan membutuhkan kerja sama lintas instansi. Tantangan pemerintahan yang semakin kompleks tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu individu atau organisasi.
“Kita perlu bersama-sama membangun penguatan dan sinergi kolaborasi dari semua elemen strategis di negeri ini. Apapun instansinya, dari manapun berasal. Kolaborasi dan sinergi adalah kunci sukses hari ini,” ujar Khofifah.
Ia juga mengingatkan bahwa penutupan pelatihan justru menjadi awal penerapan gagasan perubahan. Inovasi harus terus dikembangkan dan disesuaikan dengan dinamika kebutuhan masyarakat, baik di tingkat lokal maupun dalam konteks yang lebih luas.
Dengan pendekatan tersebut, proyek perubahan diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen pelatihan, tetapi berkembang menjadi program yang memberikan manfaat bagi lingkungan kerja dan masyarakat.
Pembelajaran Harus Berlanjut di Tempat Kerja
Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN Lembaga Administrasi Negara RI, Tri Widodo Wahyu Utomo, juga menekankan pentingnya pembuktian kepemimpinan setelah peserta menyelesaikan pelatihan.
Ia mengingatkan bahwa proses pembelajaran tidak berakhir ketika peserta dinyatakan lulus. Tempat kerja justru menjadi ruang utama untuk menerapkan pengetahuan, menghadapi persoalan nyata, dan menunjukkan hasil perubahan.
“BPSDM atau lembaga pelatihan apapun bukan menjadi satu jawaban untuk semua masalah di bangsa kita. Justru yang harus kita jadikan sebagai Kawah Candradimuka itu adalah tempat kerja Bapak Ibu sekalian. PKN II hanya 107 hari saja,” kata Tri Widodo.
Kepala BPSDM Jawa Timur Ramliyanto turut berharap para lulusan dapat kembali ke instansi masing-masing dengan membawa bekal pengetahuan yang benar-benar diterapkan dalam pekerjaan, bukan sekadar menjadi syarat untuk menduduki jabatan berikutnya.
Dalam kegiatan tersebut, Khofifah menyerahkan Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) serta menyematkan pin Pemimpin Perubahan kepada 52 peserta. Penghargaan juga diberikan kepada lima peserta dengan peringkat terbaik.
Bagi Khairul, predikat lulusan terbaik PKN II nasional menjadi capaian penting dalam pengembangan kapasitas kepemimpinan. Tahap berikutnya adalah memastikan ilmu dan gagasan perubahan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterjemahkan menjadi perbaikan kinerja organisasi dan pelayanan publik di Kabupaten Malang.












