Kolok Goblok dan Bantengan Lereng Semeru Resmi Jadi WBTb, Malang Cetak Sejarah

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Kabupaten Malang kembali menorehkan prestasi di bidang kebudayaan. Dua warisan lokalnya, Kolok Goblok dan Bantengan Lereng Semeru, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Indonesia oleh pemerintah pusat.

Penyerahan simbolis pengakuan tersebut dilakukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Malang Sanusi dalam acara Apresiasi Seniman dan Penyerahan Sertifikat WBTb di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Minggu (22/2/2026).

“Pengakuan ini memperkaya daftar khazanah budaya Jatim yang telah diakui secara nasional,” ujar Khofifah, dikutip ketik.com, Selasa (24/2/2026).

Ia menegaskan komitmen Pemprov Jatim untuk terus menjaga denyut kebudayaan daerah. Dalam kesempatan itu, sebanyak 500 seniman dan 148 juru pelihara cagar budaya menerima apresiasi. Selain itu, 46 sertifikat WBTb diserahkan kepada 22 kabupaten/kota di Jawa Timur.

”Sinergi antara pelaku budaya, juru pelihara, serta pemerintah kabupaten/kota menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya, baik yang berwujud benda maupun tak benda. Tanpa kolaborasi, warisan hanya akan menjadi catatan sejarah, bukan praktik hidup yang terus diwariskan,” tuturnya.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah Kolok Goblok, kuliner tradisional khas Desa Wisata Poncokusumo, Kabupaten Malang. Makanan ini berbahan dasar labu yang diisi campuran parutan kelapa dan gula merah, lalu dimasak dengan cara dikukus menggunakan tanggi, alat tradisional.

Yang membuatnya unik, kuah manis berada di dalam labu sehingga menghadirkan cita rasa khas. Kolok Goblok bukan makanan yang bisa ditemui setiap hari. Konon, hidangan ini hanya disajikan setahun sekali, tepatnya pada hari ketujuh Idulfitri dalam tradisi selametan Rojo Koyo atau hewan ternak seperti sapi, kambing, kerbau, dan kuda.

Biasanya Kolok Goblok dihidangkan bersama ketupat segitiga. Ketupat diperuntukkan bagi hewan ternak, sementara Kolok Goblok menjadi sajian istimewa untuk tamu.

Selain kuliner, kesenian Bantengan Lereng Semeru juga mendapat pengakuan nasional. Kesenian ini berkembang di kawasan lereng Gunung Semeru dan memiliki ciri khas penggunaan rangka bambu pada bagian punggung banteng.

Pertunjukannya kerap mengangkat kisah kehidupan masyarakat pegunungan. Bantengan Lereng Semeru dikenal sebagai bagian dari tradisi Bantengan Mberot yang telah lama hidup di tengah masyarakat.

Exit mobile version