SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) di Desa Bayan, Kabupaten Lombok Utara, mencatat prestasi pada ajang Pekan Ilmiah Nusantara 2026. Sebanyak 16 mahasiswa yang terbagi dalam empat tim membawa pulang satu medali emas, dua medali perak, satu medali perunggu, penghargaan Best Paper, serta Juara 2 tingkat nasional.
Mahasiswa meraih prestasi tersebut di sela pelaksanaan program KKN FISIP Bakti Desa (FBD) Indonesia Timur yang berfokus pada pengabdian kepada masyarakat. Awalnya, kompetisi ilmiah itu tidak masuk agenda KKN. Namun, mereka memanfaatkan kesempatan setelah mengetahui ajang tersebut berlangsung di Pulau Lombok.
Dari Program KKN Lahir Prestasi Tingkat Nasional
Pekan Ilmiah Nusantara 2026 digelar oleh Universitas Nahdlatul Wathan Mataram bersama Lembaga Setara Prisma Nusantara. Ajang tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempresentasikan inovasi dan gagasan di berbagai bidang.
Tim subtema Pendidikan meraih prestasi tertinggi melalui karya Kembara Bahasa: Inovasi Papan Permainan Berlandaskan Trigatra Bangun Bahasa sebagai Alat Pembelajaran guna Meningkatkan Literasi Bahasa Anak Sekolah Dasar. Afiifah Rachmalia Azzhara, Muhammad Alwan Farrosi, Michael Aldrick Haryanto, dan Annisa Keisya Paramitha sukses membawa pulang Gold Medal, Best Paper, sekaligus Juara 2.
Tim tersebut mengembangkan media pembelajaran berbentuk board game edukatif. Melalui inovasi itu, siswa sekolah dasar dapat meningkatkan literasi bahasa dengan metode belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan.
Selain itu, tim subtema Lingkungan juga menyumbangkan Silver Medal. Muhammad Alif Al Banna Amzar, Mutiara Dwisyahfika, Ari Mulya Syiddiq, dan Farel Fino Mustary mengembangkan bioplastik berbahan limbah pisang dan singkong sebagai alternatif kemasan ramah lingkungan untuk sektor e-commerce.
Empat Tim Sukses Bawa Pulang Medali
Prestasi berikutnya datang dari tim subtema Pendidikan yang beranggotakan Bre Bramantyo El Hakim, Dealova Julya Darmansyah, Muhammad Iqbal Zidan, dan Mamanda Azahra. Mereka meraih Silver Medal melalui gagasan Open Educational Resource berbasis Micro Video Learning. Inovasi tersebut menawarkan solusi untuk meningkatkan literasi sekaligus mengatasi fragmentasi perhatian pelajar.
Sementara itu, tim subtema Budaya dan Pariwisata turut mempersembahkan Bronze Medal. Naila Shifa Ayn Zahra, Nazzah Aqilah Rakatama Putri, Ghaida Igma Nur Rashifa, dan Muhammad Fahdy Alridwan mengembangkan inovasi Bayan Cultural Experience Tour. Gagasan tersebut mengangkat pelestarian tradisi Gendang Beleq melalui pendekatan neuromarketing dan digital tourism.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Wishnu Mahendra Wiswayana, S.IP., M.Si., mengapresiasi perjuangan seluruh mahasiswa. Menurutnya, mereka mampu menyeimbangkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan pencapaian akademik.
“Selamat untuk kalian semua. Apa pun hasilnya, kalian tetap juara di hati saya. Terima kasih sudah berjuang sampai titik ini, kalian keren semua. Doa dan semangat terus untuk kalian kedepannya,” ujarnya.
Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa program KKN tidak hanya menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat. Program itu juga mendorong mahasiswa melahirkan inovasi yang mampu bersaing di tingkat nasional. Dengan capaian tersebut, empat tim FISIP UB turut memperkuat semangat Jingga Berdampak melalui karya yang memberi manfaat bagi masyarakat dan dunia pendidikan.
