Pemkab Malang dan YSPN Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Sekolah

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bersama Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) mendorong penguatan ketahanan pangan berbasis sekolah melalui kegiatan budidaya tanaman dan perikanan. Program ini diharapkan menumbuhkan kemandirian, kepedulian terhadap pangan, serta jiwa kewirausahaan siswa sejak dini.

Bupati Malang M. Sanusi bersama Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib mendampingi kunjungan YSPN yang dipimpin Ketua Umum Marsdya (Purn) Daryatmo di empat sekolah di Kecamatan Kepanjen, Selasa (20/10/2026). Sekolah tersebut meliputi SMP Negeri 2 Kepanjen, SD Negeri 4 Panggungrejo, SMP Negeri 1 Kepanjen, dan SMP Assa’idiyyah Kepanjen.

Kegiatan bertema “Bersinergi Menuju Sekolah Gratis Berbasis Ketahanan Pangan, Demi Mewujudkan Generasi Sehat, Kreatif dan Mandiri” itu menjadi bagian dari upaya memperkuat edukasi pangan melalui praktik langsung di lingkungan pendidikan.

Sanusi mengatakan, Pemkab Malang akan mengoptimalkan kolaborasi lintas perangkat daerah untuk mendukung keberlanjutan program, termasuk melalui penyediaan bibit dan pendampingan teknis.

“Program swasembada pangan berbasis sekolah ini kita kunjungi, dan nanti semua dinas terkait akan berkolaborasi, seperti Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan dinas-dinas lainnya untuk mendukung suksesnya program ini,” ujar Sanusi saat meninjau SMP Negeri 2 Kepanjen.

Budidaya Tanaman dan Ikan Dikembangkan di Sekolah

Menurut Sanusi, sekolah dapat menyesuaikan kegiatan budidaya dengan potensi dan ketersediaan lahan masing-masing. Komoditas yang dapat dikembangkan antara lain sayuran, padi, terong, serta ikan air tawar seperti nila dan lele.

Baca Juga:  Asal-Usul hingga Keunikan Bantengan Lereng Semeru dan Kolok Goblok yang Jadi WBTb

SMP Negeri 2 Kepanjen menjadi salah satu sekolah yang telah menjalankan program tersebut sejak Mei 2026. Kegiatan budidaya terintegrasi dengan program lingkungan hidup Adiwiyata dan agenda rutin “Jumat Bertanam”.

Sekolah mengembangkan sejumlah komoditas, termasuk sayuran, terong, dan melon, serta budidaya ikan air tawar. Hasilnya dapat dimanfaatkan untuk konsumsi bersama di lingkungan sekolah, sementara proses penanaman dan pemeliharaan menjadi sarana pembelajaran bagi siswa.

Ketua Pembina YSPN Mayjen TNI (Purn) Sudrajat mengapresiasi pelaksanaan program di sekolah-sekolah yang dikunjungi. Ia menilai antusiasme siswa menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan kegiatan.

“Nyatanya sekolah bisa melaksanakannya dengan baik, dan saya lihat antusiasme anak-anaknya juga bagus. Saya punya harapan besar. Saya sudah keliling ke mana-mana, Malang ini termasuk salah satu yang cukup menonjol,” ungkap Sudrajat.

Pemkab Malang Dorong Perluasan Program

Sudrajat menekankan bahwa pendidikan ketahanan pangan perlu mengajarkan anak-anak untuk tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga memproduksi pangan. Pemahaman tersebut dinilai penting untuk membangun kemandirian dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga:  Karhutla Bromo Meluas, Area Terbakar Tembus 520 Hektare

“Pertama, bahwa terkait ketahanan pangan itu tidak sekadar makan, tapi harus juga menanam. Yang kedua, anak-anak harus juga sadar bahwa kalau negara dalam keadaan apa pun, makanan harus siap,” jelasnya.

Pemkab Malang berupaya memperluas pelaksanaan program swasembada pangan berbasis sekolah hingga tingkat sekolah dasar di berbagai wilayah. Pemerintah daerah juga membuka peluang pengembangan hasil budidaya menjadi produk bernilai ekonomi melalui pendampingan perangkat daerah terkait.

Kolaborasi pemerintah daerah, YSPN, dan satuan pendidikan diharapkan dapat menjadikan sekolah sebagai ruang pembelajaran ketahanan pangan sekaligus menumbuhkan keterampilan praktis dan jiwa kewirausahaan generasi muda