SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Risiko kematian massal akibat campak mengancam anak-anak di Kota Malang karena daya tularnya yang sangat ekstrem. Virus ini mampu menyebar dari satu pasien kepada 18 orang lain dalam waktu singkat.
“Dampaknya bisa sangat fatal, bahkan sampai meninggal dunia,” ungkap Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Senin (6/4).
Benteng 95 Persen
Pemerintah Kota Malang kini berpacu dengan waktu untuk membangun benteng kekebalan kelompok sebesar 95 persen.
Angka tersebut menjadi syarat mutlak untuk menahan laju virus di tengah tingginya mobilitas masyarakat perkotaan.
Kepala Dinas Kesehatan Husnul Muarif menegaskan bahwa mempersempit celah penularan adalah solusi paling realistis.
Target besar ini harus tuntas melalui program Catch-Up Campaign (CuC) yang berakhir pada 7 April besok. Dinas Kesehatan terus mengupayakan pemenuhan kuota imunisasi bagi seluruh balita usia 9 hingga 59 bulan.
“Kita upayakan sampai 7 April besok minimal 95 persen,” pungkas Husnul optimis.
Strategi Gerilya Medis
Tim kesehatan kini melancarkan aksi gerilya medis dengan mendatangi rumah warga satu per satu secara langsung. Strategi door to door ini bertujuan untuk menjangkau keluarga yang selama ini menutup diri dari imunisasi.
“Kita tidak putus asa. Kita akan pendekatan lagi,” jelas Wahyu saat menyisir Kelurahan Bunulrejo.
Wahyu menemukan banyak warga masih terjebak mitos yang menyebut imunisasi tidak memberikan manfaat nyata.
Pemahaman keliru ini menjadi kendala utama petugas dalam memutus rantai penyebaran penyakit mematikan tersebut. Wali Kota secara tegas meminta jajaran OPD untuk memberikan edukasi yang lebih masif dan mudah diterima.
Tokoh agama dan pakar pendidikan kini terjun langsung mendampingi petugas untuk meyakinkan masyarakat yang ragu. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu meruntuhkan dinding penolakan terhadap program kesehatan nasional tersebut.
Pemerintah percaya bahwa sentuhan personal dari tokoh masyarakat akan jauh lebih efektif daripada sekadar imbauan formal.
Evaluasi Target Lapangan
Berdasarkan pantauan di RW 3 Bunulrejo, mayoritas anak sebenarnya sudah mendapatkan hak imunisasi mereka secara lengkap.
Namun, penolakan dalam skala kecil tetap dianggap sebagai ancaman serius bagi keamanan kesehatan kota. Pemerintah tidak ingin kecolongan sedikit pun karena satu celah kecil dapat memicu ledakan kasus baru.
Wahyu memastikan seluruh jajaran pemerintah bekerja ekstra keras di sisa waktu yang tersedia. Peninjauan langsung ke lapangan merupakan bentuk komitmen serius pemerintah dalam melindungi keselamatan setiap warga negara.
Upaya jemput bola akan terus berlangsung secara intensif hingga target capaian benar-benar terpenuhi.
