SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Universitas Brawijaya (UB) dan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang memperpanjang kerja sama strategis untuk memperkuat layanan keimigrasian, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kedua institusi menandatangani perjanjian tersebut di Ruang Jamuan Lantai 6 Gedung Rektorat UB, Senin (8/6/2026).
Melalui kerja sama ini, UB dan Imigrasi Malang ingin meningkatkan kualitas pelayanan bagi sivitas akademika, khususnya yang memiliki aktivitas internasional. Selain itu, kedua pihak juga membuka peluang kolaborasi riset dan inovasi untuk mendukung pelayanan publik yang lebih efektif.
UB Apresiasi Dukungan Layanan Keimigrasian
Rektor UB, Prof. Widodo, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Imigrasi Malang yang selama ini membantu berbagai kebutuhan administrasi keimigrasian di lingkungan kampus.
Menurutnya, layanan paspor dan berbagai fasilitas keimigrasian telah mempermudah mahasiswa maupun dosen yang akan menjalankan kegiatan akademik di luar negeri.
“Banyak sekali keperluan teman-teman yang akan ke luar negeri, termasuk pengurusan paspor yang sudah dibantu sehingga tidak harus mengantre ke kantor imigrasi. Ini merupakan bantuan yang sangat luar biasa bagi kami,” ujar Prof. Widodo.
Saat ini UB memiliki sekitar 140 mahasiswa asing yang menjalani pendidikan penuh. Selain itu, sejumlah dosen asing juga aktif mengajar dan mendukung proses internasionalisasi kampus.
Keberadaan mereka menjadi bagian penting dalam pengembangan kualitas akademik serta peningkatan reputasi Universitas Brawijaya di tingkat global.
Kolaborasi Riset dan Pengembangan Teknologi
Prof. Widodo juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang penelitian dan inovasi. Salah satunya melalui program AI Talent Factory yang saat ini dijalankan UB bersama Kementerian Komunikasi dan Digital serta Kementerian Sosial.
Program tersebut bertujuan mencetak talenta kecerdasan buatan yang mampu menghasilkan solusi berbasis teknologi untuk berbagai kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, UB siap berkolaborasi apabila Imigrasi Malang membutuhkan kajian ilmiah terhadap berbagai persoalan pelayanan keimigrasian.
Selain riset, kampus juga siap mendukung kegiatan pembinaan maupun program sosial yang melibatkan masyarakat luas.
Imigrasi Malang Sebut UB Mitra Strategis
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang, Anak Agung Bagus Narayana, menilai perpanjangan kerja sama ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarlembaga.
Ia menjelaskan bahwa meningkatnya mobilitas masyarakat global menuntut pelayanan keimigrasian yang semakin adaptif dan kolaboratif.
“Imigrasi Malang tidak bisa bergerak sendiri. Kami memerlukan kolaborasi tidak hanya dengan masyarakat, tetapi juga dengan kalangan perguruan tinggi sebagai pusat ilmu dan riset,” katanya.
Menurutnya, keberadaan sekitar 140 warga negara asing di lingkungan UB membuat kampus ini memiliki posisi strategis dalam mendukung pelayanan dan pengawasan keimigrasian.
Karena itu, Imigrasi Malang terus memperkuat sinergi melalui berbagai program yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.
Layanan Easy Passport dan Izin Tinggal Terus Berlanjut
Selama periode kerja sama sebelumnya, Imigrasi Malang telah menghadirkan berbagai layanan langsung di lingkungan kampus. Program tersebut mencakup layanan Easy Passport dan kemudahan pengurusan izin tinggal bagi warga negara asing.
Imigrasi Malang telah melaksanakan layanan izin tinggal sekitar 10 kali. Sementara itu, program Easy Passport telah berlangsung dua kali dengan jumlah pemohon yang cukup besar.
Ke depan, kedua institusi berharap kerja sama ini mampu memperluas manfaat bagi sivitas akademika maupun masyarakat umum. Selain memperkuat layanan imigrasi, kolaborasi tersebut juga diharapkan mendukung pengembangan riset, inovasi, dan pelayanan publik yang lebih berkualitas.
Dengan perpanjangan kerja sama ini, UB dan Imigrasi Malang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, mudah, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat di era global.






















