SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, angkat bicara terkait kondisi LPG 3 kg atau LPG melon di wilayahnya. Ia menyebut stok secara umum masih aman, meski ada kenaikan harga di beberapa titik distribusi.
Wahyu menjelaskan, pemerintah daerah terus memantau kondisi tersebut melalui koordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Selain itu, komunikasi juga dilakukan dengan Pertamina untuk memastikan distribusi tetap berjalan.
Harga Naik di Titik Tertentu
Menurut Wahyu, kenaikan harga LPG melon tidak terjadi secara merata. Ia menilai kondisi itu masih dalam batas tertentu, namun tetap menjadi perhatian pemerintah.
“Kalau stok tersedia, ya tercukupi. Hanya ada beberapa titik tertentu yang harganya sedikit naik,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan mendalami penyebab kenaikan harga tersebut melalui rapat koordinasi bersama TPID.
Tunggu Arahan Pemerintah Pusat
Wahyu menegaskan, kebijakan terkait LPG tetap mengacu pada pemerintah pusat. Termasuk langkah intervensi yang akan dilakukan di daerah.
“Tetapi kan Pertamina juga tergantung dari arahan pusat. Hari ini kami sedang Zoom,” katanya.
Ia menyebut hasil rapat tersebut akan menjadi dasar bagi Pemkot Malang dalam mengambil kebijakan lanjutan.
Respons Soal Stok SPBE Kosong
Terkait informasi kosongnya stok di SPBE, Wahyu mengaku belum menerima laporan detail penyebab kondisi tersebut. Ia memastikan hal itu akan segera diklarifikasi.
“Mudah-mudahan hari ini saya sudah mendapatkan informasi kenapa langka, kenapa kosong, kenapa harganya naik,” jelasnya.
Menurutnya, transparansi informasi penting agar pemerintah dapat menentukan langkah yang tepat.
Pemkot Siap Lakukan Intervensi
Wahyu memastikan Pemerintah Kota Malang siap mengambil langkah cepat setelah menerima arahan resmi. Termasuk jika diperlukan intervensi untuk menstabilkan harga.
“Tinggal nunggu arahan pada hari ini dalam Zoom TPID,” tegasnya.
Ia berharap koordinasi lintas pihak dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga LPG di masyarakat.
