Wiper, Ban, hingga Kelistrikan: Panduan Merawat Kendaraan Menghadapi Musim Hujan

Mekanik memeriksa kondisi ban dan sistem pengereman mobil sebagai persiapan berkendara saat musim hujan. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

SUARAMALANG.COM, Malang – Memasuki periode musim hujan, pemilik kendaraan perlu memastikan motor maupun mobil berada dalam kondisi prima. Jalanan basah, genangan air, dan jarak pandang yang berkurang dapat meningkatkan risiko kecelakaan apabila kendaraan tidak dipersiapkan dengan baik.

Pemeriksaan kendaraan menjelang musim hujan menjadi salah satu perhatian dalam pemberitaan otomotif akhir Oktober 2026. Bisnis.com pada 27 Oktober 2026 mengulas sejumlah komponen mobil yang perlu diperiksa, mulai dari ban, wiper, sistem pengereman, aki, hingga lampu kendaraan.

Bagi masyarakat Malang Raya, persiapan tersebut relevan untuk menunjang mobilitas harian maupun perjalanan melalui jalur yang memiliki tanjakan dan turunan. Namun, pemeriksaan kendaraan sebaiknya tidak hanya dilakukan ketika hujan mulai sering turun, melainkan menjadi bagian dari perawatan berkala.

Ban, Rem, dan Wiper Jadi Prioritas

Ban merupakan komponen utama yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Pastikan alur atau tapak ban belum aus, tidak terdapat retakan maupun benjolan, serta tekanan anginnya sesuai rekomendasi pabrikan. Alur ban membantu mengalirkan air dari bidang kontak ban dengan jalan.

Ban yang aus dapat meningkatkan risiko aquaplaning, yaitu kondisi ketika lapisan air mengurangi kontak ban dengan permukaan jalan sehingga kendaraan lebih sulit dikendalikan. Karena itu, jangan menunggu hingga ban benar-benar gundul untuk memeriksa kebutuhan penggantian.

Pemeriksaan berikutnya adalah sistem pengereman. Pastikan rem bekerja normal dan tidak menunjukkan gejala seperti bunyi tidak biasa, kebocoran, atau respons pengereman yang berubah. Jika ditemukan masalah, kendaraan perlu diperiksa di bengkel sebelum digunakan untuk perjalanan jauh.

Baca Juga:  Pemutihan Pajak Kendaraan Oktober 2025: Daftar 11 Provinsi yang Beri Bebas Denda & Diskon Besar

Khusus mobil, kondisi wiper juga perlu diperhatikan. Karet wiper yang getas, retak, atau meninggalkan garis air dapat mengganggu pandangan pengemudi ketika hujan. Pastikan pula cairan pembersih kaca tersedia dan lampu utama, lampu rem, serta lampu sein berfungsi dengan baik.

Pemilik mobil juga sebaiknya memeriksa aki, sambungan kabel, dan konektor kelistrikan. Sementara itu, pengguna sepeda motor perlu memastikan lampu, rem, ban, dan komponen kendali bekerja normal. Pemeriksaan berkala di bengkel dapat membantu mendeteksi masalah yang tidak terlihat dari pemeriksaan sederhana.

Waspada Saat Melewati Tanjakan dan Turunan

Jalan basah membutuhkan teknik berkendara yang lebih hati-hati. Pengendara perlu mengurangi kecepatan, menjaga jarak dengan kendaraan di depan, serta menghindari pengereman dan perubahan arah secara mendadak.

Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengingatkan pentingnya memeriksa rem, kopling, dan tekanan ban sebelum melintasi jalur curam. Saat menghadapi turunan panjang, pengendara sepeda motor disarankan mengurangi kecepatan sebelum memasuki turunan dan memanfaatkan pengereman secara terkontrol. Jika rem terasa tidak optimal, jangan memaksakan perjalanan.

Untuk mobil, pengemudi perlu menggunakan gigi yang sesuai dengan kondisi jalan dan memanfaatkan pengereman mesin saat menuruni jalur panjang, mengikuti petunjuk pengoperasian kendaraan. Hindari mengandalkan rem terus-menerus tanpa pengaturan kecepatan karena dapat membuat sistem pengereman mengalami panas berlebih.

Baca Juga:  Vespa Lawas Masih Jadi Incaran, Ini Jenis yang Paling Banyak Dicari

Genangan air juga perlu diwaspadai karena dapat menutupi lubang jalan atau kerusakan permukaan aspal. Jika kedalaman genangan tidak diketahui, sebaiknya cari jalur alternatif. Ketika hujan sangat deras hingga pandangan terbatas, menepi di tempat aman dan melanjutkan perjalanan setelah kondisi membaik merupakan pilihan yang lebih bijak.

Pengguna mobil listrik dan sepeda motor listrik juga perlu mengikuti petunjuk pabrikan mengenai pengisian daya serta pemeriksaan komponen kelistrikan. Gunakan perangkat pengisian yang sesuai, jangan menggunakan kabel atau konektor yang rusak, dan hindari menerobos banjir atau genangan yang berisiko merendam komponen kendaraan. Jika kendaraan atau perangkat pengisian terendam atau mengalami gangguan, mintalah pemeriksaan teknisi yang kompeten sebelum digunakan kembali.

Persiapan menghadapi musim hujan pada akhirnya bukan hanya soal servis kendaraan, tetapi juga kebiasaan berkendara. Memeriksa komponen penting, merencanakan rute, dan tidak memaksakan perjalanan ketika kondisi berbahaya dapat membantu menjaga keselamatan pengemudi maupun pengguna jalan lainnya.