SUARAMALANG.COM, Malang – Memasuki periode peralihan cuaca menuju musim hujan, menjaga kesehatan keluarga perlu menjadi perhatian. Perubahan kondisi cuaca, meningkatnya aktivitas di ruang tertutup, serta lingkungan yang menyimpan genangan air dapat menambah tantangan dalam mencegah penyakit seperti influenza, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan demam berdarah dengue (DBD).
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga asupan gizi, serta memperhatikan kebersihan lingkungan. Langkah tersebut penting dilakukan secara konsisten, bukan hanya ketika anggota keluarga mulai mengalami gejala sakit.
Dalam informasi yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026, Kemenkes melaporkan peningkatan temuan influenza pada akhir September. Dari 265 spesimen yang diperiksa melalui surveilans sentinel pada pekan ke-38, sebanyak 148 dinyatakan positif. Angka tersebut merupakan proporsi spesimen yang diperiksa, bukan persentase penduduk Indonesia yang terinfeksi. Kemenkes juga menegaskan bahwa peningkatan itu belum menunjukkan lonjakan besar atau keadaan darurat. Informasi resmi Kemenkes tentang influenza dapat menjadi rujukan untuk memahami situasi tersebut.
Jaga Imunitas dan Kenali Gejala Penyakit
Influenza dan ISPA dapat menimbulkan gejala seperti batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan, serta tubuh terasa lemas. Penularan infeksi saluran pernapasan dapat terjadi melalui percikan saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin, serta melalui tangan yang terkontaminasi.
Untuk mengurangi risiko penularan, masyarakat disarankan mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker ketika sedang sakit, serta menjaga sirkulasi udara di dalam rumah. Istirahat cukup, aktivitas fisik teratur, dan konsumsi makanan bergizi seimbang juga membantu menjaga kesehatan tubuh.
Sayur, buah, sumber protein, dan air putih dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari. Vitamin C sebaiknya diutamakan dari makanan, seperti jeruk, jambu biji, dan sayuran. Suplemen vitamin tidak otomatis mencegah infeksi dan sebaiknya digunakan sesuai kebutuhan serta petunjuk tenaga kesehatan. Minuman herbal hangat dapat membantu memberikan rasa nyaman, tetapi bukan pengganti pengobatan.
Influenza perlu mendapat perhatian khusus apabila menyerang anak kecil, lansia, ibu hamil, atau orang dengan penyakit penyerta. Segera cari pertolongan medis apabila muncul sesak napas, nyeri dada, penurunan kesadaran, tanda dehidrasi, atau kondisi yang memburuk. Demam tinggi yang berlangsung lebih dari tiga hari juga perlu diperiksa tenaga kesehatan.
Cegah DBD dengan Gerakan 3M Plus
Selain penyakit pernapasan, masyarakat perlu mewaspadai DBD. Genangan air di sekitar rumah dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, sehingga pemeriksaan lingkungan perlu dilakukan secara rutin, termasuk setelah hujan.
Kemenkes menganjurkan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras dan membersihkan tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menampung air. Langkah tambahan dapat berupa penggunaan larvasida sesuai petunjuk pada tempat yang diperlukan, pemasangan kasa, dan penggunaan obat antinyamuk sesuai aturan.
Warga juga perlu memperhatikan gejala yang mengarah pada DBD, seperti demam tinggi, nyeri tubuh, mual, atau muntah. Segera periksakan diri apabila mengalami demam yang dicurigai sebagai DBD, terutama jika muncul nyeri perut hebat, muntah berulang, perdarahan, lemas berat, atau tanda bahaya lainnya. Jangan mengandalkan penurunan demam saja sebagai tanda bahwa kondisi telah aman.
Di Malang Raya, upaya menjaga kesehatan dapat dimulai dari rumah dan lingkungan sekitar. Keluarga bisa menjadwalkan pemeriksaan tempat penampungan air, membersihkan saluran yang tersumbat, menjaga kebersihan kamar, serta membiasakan cuci tangan sebelum makan dan setelah beraktivitas di luar rumah.
Dengan kebiasaan sederhana yang dilakukan bersama, risiko penularan penyakit dapat ditekan. Namun, apabila gejala muncul atau kondisi tubuh memburuk, pemeriksaan di puskesmas maupun fasilitas kesehatan terdekat tetap menjadi langkah yang paling tepat.













