Motor Listrik Yadea GT80 Tempuh 182 Km dari Bromo ke Madura Sekali Cas

Motor listrik Yadea GT80 digunakan dalam pengujian perjalanan sejauh 182 kilometer dari kawasan Gunung Bromo menuju Bangkalan, Madura, dengan satu baterai dan sisa daya 12 persen. (Foto: Dok. Yadea Indonesia)

SUARAMALANG.COM – Motor listrik Yadea GT80 menempuh perjalanan sejauh 182 kilometer dari kawasan Gunung Bromo menuju Pulau Madura, Jawa Timur, dalam satu kali pengisian daya. Dalam pengujian tersebut, baterai yang digunakan masih menyisakan daya 12 persen saat rombongan tiba di tujuan.

Perjalanan ini menjadi bagian dari tantangan bertajuk Yadea Go Beyond Limits 180+ Km on One Charge yang digelar untuk menguji kemampuan jarak tempuh motor listrik dalam kondisi berkendara di jalan raya.

Berdasarkan pemberitaan otomotif pada 22 Oktober 2026, pengujian tersebut melibatkan anggota komunitas motor listrik Yadea dan peserta lainnya. Mereka menempuh rute yang melewati kawasan pegunungan, sejumlah kota, hingga Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dengan Madura.

Hasil perjalanan tersebut menarik perhatian karena jarak tempuh menjadi salah satu pertimbangan calon konsumen sebelum beralih dari sepeda motor berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik.

Meski demikian, hasil pengujian tersebut tidak serta-merta menggambarkan jarak tempuh yang akan diperoleh setiap pengguna dalam aktivitas sehari-hari. Kondisi jalan, kecepatan, beban kendaraan, dan gaya berkendara dapat memengaruhi konsumsi energi baterai.

Perjalanan dari Bromo Melewati Sejumlah Kota

Perjalanan Yadea GT80 dimulai dari Lereng Bromo Hotel. Rombongan kemudian melewati Bukit Cinta Bromo, Nongkojajar, Pasuruan, Sidoarjo, dan Surabaya.

Setelah melintasi kawasan Surabaya, perjalanan dilanjutkan melalui Jembatan Suramadu hingga mencapai titik akhir di kawasan Bebek Sinjay, Bangkalan, Madura.

Rute tersebut menghadirkan karakter jalan yang beragam. Peserta harus melewati jalur pegunungan dengan perubahan ketinggian, jalan antarkota, serta akses menuju Pulau Madura.

Variasi kondisi jalan itu menjadi bagian dari pengujian kemampuan kendaraan dalam menempuh perjalanan panjang.

Ketua Komunitas Molis Yadea Surabaya, Dedy Surjansah, mengatakan para peserta berhasil menyelesaikan tantangan lebih dari 180 kilometer dengan sisa daya baterai sebesar 12 persen.

Menurut keterangan yang dikutip sejumlah media otomotif, seluruh peserta menggunakan satu baterai selama perjalanan tanpa melakukan pengisian ulang di tengah rute.

Anggota komunitas lainnya, Dwi Christianto, menjelaskan bahwa unit GT80 yang digunakannya memiliki opsi dua baterai. Namun, dalam perjalanan tersebut, ia mengaku cukup menggunakan satu baterai, sementara baterai cadangannya masih terisi penuh.

Baca Juga:  Vespa Lawas Masih Jadi Incaran, Ini Jenis yang Paling Banyak Dicari

Pengalaman tersebut menunjukkan kemampuan unit yang diuji dalam kondisi perjalanan tersebut. Namun, hasilnya tetap perlu dipahami sebagai pengalaman pengujian, bukan jaminan jarak tempuh yang sama untuk seluruh pengguna.

Spesifikasi Yadea GT80, Motor Listrik Berdaya Puncak 5.000 Watt

Yadea GT80 dibekali motor listrik dengan daya kontinu 3.000 watt dan daya puncak 5.000 watt.

Untuk menunjang pengendalian, motor ini dilengkapi rem cakram ganda dengan Combi Brake System (CBS), serta suspensi hidraulis di bagian depan dan belakang.

Kendaraan tersebut juga menggunakan ban berprofil lebar yang dirancang untuk mendukung stabilitas dan kenyamanan berkendara.

Dalam penggunaan sehari-hari, kemampuan motor listrik tidak hanya ditentukan oleh daya motor. Kapasitas baterai, sistem pengelolaan energi, kondisi permukaan jalan, dan karakter pengendara turut memengaruhi performanya.

Karena itu, calon pembeli perlu membedakan antara daya motor, kapasitas baterai, dan jarak tempuh. Ketiganya merupakan spesifikasi berbeda yang tidak bisa digunakan secara bergantian untuk menilai kemampuan kendaraan.

Berapa Jarak Tempuh Motor Listrik dalam Penggunaan Nyata?

Jarak tempuh menjadi salah satu pertanyaan utama ketika masyarakat mempertimbangkan motor listrik untuk mobilitas harian maupun perjalanan antarkota.

Pengujian Yadea GT80 dari Bromo menuju Madura memberikan gambaran bahwa perjalanan lebih dari 180 kilometer dapat diselesaikan oleh unit yang diuji dengan satu baterai dan tanpa pengisian ulang di tengah perjalanan.

Namun, hasil tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa motor listrik dengan spesifikasi serupa akan selalu mampu menempuh jarak yang sama.

Beberapa faktor dapat memengaruhi konsumsi baterai, antara lain:

Pertama, kondisi jalan. Jalur menanjak dapat membutuhkan energi lebih besar dibandingkan jalan datar. Sebaliknya, perjalanan menurun juga tidak otomatis membuat konsumsi energi menjadi lebih rendah dalam seluruh kondisi.

Kedua, kecepatan berkendara. Pola akselerasi dan kecepatan yang dipertahankan selama perjalanan dapat memengaruhi penggunaan daya.

Ketiga, beban kendaraan. Berat pengendara, penumpang, dan barang bawaan ikut menentukan kebutuhan energi motor.

Keempat, kondisi baterai. Usia baterai, suhu, dan kondisi sistem kelistrikan dapat memengaruhi kemampuan penyimpanan serta penyaluran energi.

Baca Juga:  Yuk Kenalan dengan Vespa 98 Serie 0, Sang ‘Kasta Tertinggi’ yang Harganya Selangit

Kelima, kebiasaan berkendara. Akselerasi agresif dan perubahan kecepatan yang sering dapat menghasilkan konsumsi energi berbeda dibandingkan pola berkendara yang lebih stabil.

Faktor-faktor tersebut penting diperhatikan agar calon pengguna tidak hanya mengandalkan angka jarak tempuh dari materi promosi atau satu kali pengujian.

Motor Listrik untuk Perjalanan Jauh, Apa yang Perlu Diperhatikan?

Bagi masyarakat yang menggunakan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh, kapasitas baterai bukan satu-satunya hal yang perlu dipertimbangkan.

Ketersediaan tempat pengisian daya, waktu pengisian, akses terhadap layanan purnajual, dan kemudahan memperoleh suku cadang juga penting untuk diperiksa sebelum membeli kendaraan listrik.

Pengguna yang berencana melakukan perjalanan antarkota sebaiknya memperhitungkan jarak perjalanan, kondisi rute, serta kemungkinan perubahan konsumsi baterai selama berkendara.

Menyisakan cadangan daya juga penting untuk mengantisipasi perubahan kondisi jalan atau kebutuhan berhenti di lokasi yang tidak memiliki fasilitas pengisian daya.

Selain itu, spesifikasi resmi kendaraan perlu diperiksa secara menyeluruh. Calon pembeli sebaiknya memastikan kapasitas baterai, klaim jarak tempuh, waktu pengisian, garansi baterai, serta ketentuan penggunaan satu atau dua baterai jika kendaraan menyediakan konfigurasi tersebut.

Perjalanan Yadea GT80 dari kawasan Bromo menuju Madura memperlihatkan salah satu perkembangan penggunaan motor listrik untuk perjalanan jarak jauh. Namun, keputusan membeli kendaraan tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan mobilitas dan kondisi penggunaan masing-masing.

Bagi calon pengguna, pengalaman pengujian seperti ini dapat menjadi bahan pertimbangan awal. Pengujian independen dalam beragam kondisi jalan dan penggunaan sehari-hari tetap diperlukan untuk memberikan gambaran lebih lengkap mengenai efisiensi serta kemampuan jarak tempuh kendaraan listrik.