SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Di sebuah pondok pesantren yang terletak di sejuknya Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, orang tua menitipkan harapan besar agar putri mereka mendapatkan perlindungan sekaligus ilmu agama.
Namun, bagi seorang santriwati berusia 14 tahun, harapan itu hancur menjadi trauma yang mendalam. Ruang asrama putri, yang seharusnya menjadi benteng privasi dan tempat paling aman bagi para santriwati untuk beristirahat, justru berubah menjadi lokasi terjadinya tindakan asusila.
Pelakunya bukanlah orang asing, melainkan sosok yang seharusnya menjadi teladan dan pelindung: sang pengasuh pondok berinisial EH (43).
Keji: Memanfaatkan Lemahnya Kondisi Korban
Fakta memilukan terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen baru-baru ini. Peristiwa kelam tersebut terjadi pada Februari 2025. Saat itu, korban sedang tidak berdaya karena kondisi fisik yang menurun akibat sakit.
Alih-alih memberikan perawatan medis yang semestinya atau memanggil tenaga kesehatan, terdakwa EH justru masuk ke dalam kamar asrama putri. Dengan dalih memberikan pijatan untuk menyembuhkan sakit yang diderita korban, EH memanfaatkan otoritas dan kepercayaan yang dimilikinya untuk melancarkan aksi cabul terhadap anak di bawah umur tersebut.
Runtuhnya Relasi Kuasa dan Kepercayaan
Kasus ini menyoroti sisi gelap “relasi kuasa” di lingkungan pendidikan berasrama. Dalam struktur pesantren, sosok pengasuh memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan dihormati.
Hal inilah yang diduga membuat korban berada dalam posisi sulit untuk melawan atau berteriak saat kejadian berlangsung.
Peristiwa tersebut menjadi sorotan hingga viral saat diunggah di media sosial melalui akun @infomalangan. Terlebih menambah sorotan di tengah memanasnya kasus dugaan pencabulan oleh oknum pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo di Pati Jawa Tengah.
Sejumlah netizen pun banyak yang menyampaikan keprihatinannya bahkan hingga mengecam atas tindakan amoral tersebut melalui kolom komentar.
“ada ponpes yang khusus perempuan, pengajarnya perempuan, dan yang boleh masuk ke dalam hanya boleh perempuan. Anehnya ponpes tersebut gak terkenal malah banyak yang bilang ponpes tersebut aliran sesat. sekarang paham kan kenapa ada ponpes khusus perempuan seperti yang saya jelaskan,” ujar akun @madbash******.


















