Video DJ Sebar di WhatsApp Sebabkan Kericuhan Wedi Awu Pecah

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Polres Malang mengungkap kronologi kericuhan di Pantai Wedi Awu, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang yang berujung pengeroyokan dan perusakan terhadap wisatawan asal Surabaya.

Dalam kasus tersebut, Satreskrim Polres Malang menetapkan empat tersangka. Tiga tersangka dijerat pasal pengeroyokan dan perusakan secara bersama-sama di muka umum.

Iklan

Satu tersangka lainnya dijerat pasal penghasutan karena mengajak massa mendatangi lokasi kejadian. Polisi memastikan penyidikan masih terus berkembang.

Video DJ Viral Diduga Jadi Pemicu

Kapolres Malang Muhammad Taat Resdi menyebut kericuhan bermula dari kegiatan hiburan musik dan DJ yang digelar rombongan wisatawan di area cottage Pantai Wedi Awu.

Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 19.00 WIB hingga 22.30 WIB. Dalam pemeriksaan polisi, peserta diketahui menyanyikan lagu dengan lirik yang menyinggung kelompok masyarakat tertentu.

“Kelompok wisatawan ini melaksanakan kegiatan hiburan musik dan DJ di halaman cottage. Dalam hasil pemeriksaan, peserta menyanyikan lagu yang liriknya mengandung atau menyinggung elemen masyarakat lainnya,” ujar Taat, Jumat (8/5/2026).

Video kegiatan itu kemudian direkam seseorang yang hingga kini belum teridentifikasi. Rekaman tersebut lantas tersebar ke sejumlah grup WhatsApp komunitas.

“Pukul 21.00 video yang direkam oleh seseorang yang belum kita deteksi itu beredar di beberapa grup WhatsApp komunitas sehingga menimbulkan reaksi,” katanya.

Massa Berkumpul Setelah Ada Ajakan

Polisi mengungkap massa mulai berkumpul sekitar pukul 22.30 WIB. Pengumpulan massa diduga dipicu ajakan salah satu tersangka yang kini dijerat pasal penghasutan.

Menurut Taat, kelompok massa berkumpul di satu lokasi sebelum bergerak bersama menuju Pantai Wedi Awu. Polisi menduga ajakan tersebut mempercepat eskalasi situasi di lapangan.

“Berkumpullah sekelompok massa ini di suatu tempat untuk kemudian secara bersama-sama menuju lokasi,” bebernya.

Kasatreskrim Polres Malang Hafiz Prasetia Akbar mengatakan video yang tersebar di grup WhatsApp menjadi pemicu utama kemarahan massa.

“Video yang dinilai memicu kekerasan itu tersebar di beberapa grup WhatsApp. Kelompok masyarakat kemudian berkumpul dan mendatangi lokasi kejadian,” jelas Hafiz.

Massa Datangi Cottage Dini Hari

Sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, massa diperkirakan berjumlah sekitar 100 orang tiba di area cottage tempat wisatawan menginap.

Massa kemudian memasuki lokasi untuk mencari wisatawan yang diduga menyanyikan lagu dalam video viral tersebut. Polisi menyebut aksi massa berlangsung selama kurang lebih 30 menit.

“Mereka memasuki lokasi untuk mencari wisatawan yang diduga menyanyikan lagu-lagu tersebut, melakukan pengecekan identitas, kekerasan terhadap wisatawan, mematikan aliran listrik, dan melakukan perusakan kendaraan bermotor,” ungkap Taat.

Setelah melakukan aksi kekerasan dan perusakan, massa meninggalkan lokasi secara bersama-sama. Polisi kini terus mendalami keterlibatan pihak lain dalam insiden tersebut.

Polisi Dalami Dugaan Pencurian

Selain kasus pengeroyokan dan perusakan, Polres Malang juga menyelidiki dugaan pencurian barang milik wisatawan saat kericuhan berlangsung.

Sejumlah korban melaporkan barang pribadi mereka hilang usai massa mendatangi cottage. Polisi masih melakukan pendalaman terkait laporan tersebut.

“Untuk pencurian, korbannya adalah wisatawan. Ada beberapa barang yang dilaporkan hilang dan masih terus kami dalami,” kata Taat.

Hafiz menambahkan tersangka penghasutan awalnya berada di sekitar tempat tinggalnya saat menyebarkan ajakan kepada massa. Setelah itu, tersangka ikut bergerak menuju lokasi kejadian.

“Yang bersangkutan berada di sekitar tempat tinggalnya, kemudian menghasut dan akhirnya ikut berangkat sampai TKP,” pungkasnya.

Penyidikan Masih Berkembang

Polres Malang memastikan proses penyidikan kasus kericuhan Pantai Wedi Awu belum selesai. Polisi membuka kemungkinan adanya tambahan tersangka dalam perkara tersebut.

Satreskrim Polres Malang saat ini masih memeriksa sejumlah saksi dan mendalami bukti digital terkait penyebaran video yang memicu kericuhan.

“Ini update sementara. Satreskrim Polres Malang masih terus melakukan penyidikan dan akan kami sampaikan perkembangan berikutnya,” tegas Taat.

Iklan
Iklan
Iklan