SUARAMALANG.COM, Nasional – Jurnalis senior Lukas Luwarso meminta Teddy Indra Wijaya mundur dari jabatan Sekretaris Kabinet. Pernyataan itu muncul setelah video Amien Rais ramai diperbincangkan publik.
Video tersebut berjudul “Jauhkan Istana dari Skandal Moral”. Isi videonya memuat tudingan soal relasi pribadi antara Presiden Prabowo Subianto dan Teddy.
Lukas Sebut Mundur Jadi Langkah Terbaik
Dalam tayangan YouTube Abraham Samad SPEAK UP, Lukas menilai Teddy perlu mengambil langkah tegas. Menurutnya, pengunduran diri menjadi cara paling tepat untuk meredam polemik.
Lukas mengatakan Teddy kini menjadi pusat perhatian publik. Karena itu, ia menilai posisi Teddy dapat memengaruhi stabilitas politik pemerintahan.
“Kalau dalam struktur pemerintahan yang demokratis, dengan isu kontroversial seperti ini, Teddy harus mengundurkan diri,” ujar Lukas.
Ia juga menilai hubungan personal Teddy dengan Presiden Prabowo jangan sampai menjadi sasaran kritik politik berkepanjangan. Menurutnya, situasi tersebut dapat mengganggu jalannya pemerintahan.
Isu Dinilai Sensitif di Tengah Kondisi Ekonomi
Lukas menyebut isu tersebut akan terus muncul karena masyarakat sedang sensitif terhadap persoalan ekonomi dan politik. Ia menilai kondisi sosial saat ini membuat publik mudah bereaksi terhadap kontroversi elite.
Selain itu, Lukas mengkritik komunikasi pejabat negara yang dinilai sering memicu polemik baru. Ia menilai situasi itu memperburuk persepsi publik terhadap pemerintah.
Lukas bahkan mengaku heran melihat pemerintahan Presiden Prabowo yang menurutnya terlihat tidak terkontrol. Ia menyebut kondisi tersebut muncul terlalu cepat di awal pemerintahan.
Kementerian Komunikasi dan Digital Takedown Video Amien Rais
Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi telah menurunkan video Amien Rais dari ruang digital. Pemerintah menilai isi video mengandung fitnah dan ujaran kebencian.
Dirjen Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Fifi Aleyda Yahya, menegaskan kebebasan berpendapat memiliki batas. Ia menyebut informasi tanpa dasar fakta tidak dapat dibenarkan.
Fifi menjelaskan langkah takedown dilakukan untuk menjaga ruang digital tetap aman dan sehat. Ia juga memastikan setiap konten melalui proses verifikasi sebelum ditindak.
Komdigi Tegaskan Tidak Tempuh Jalur Hukum
Fifi menegaskan Komdigi tidak berencana membawa persoalan tersebut ke ranah hukum. Menurutnya, tugas utama kementerian hanya mengelola dan menjaga ekosistem digital.
Ia menambahkan, kritik tetap diperbolehkan selama tidak menyesatkan publik. Namun, pemerintah akan bertindak jika sebuah konten dinilai berpotensi merugikan masyarakat luas.


















