Wisata  

Penutupan Wisata Bromo Saat Yadnya Kasada 2026, Pengunjung Baru Bisa Masuk 3 Juni

Ritual Adat Tengger Jadi Dasar Penutupan Kawasan Wisata

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi menutup aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo dan sekitarnya selama pelaksanaan Ritual Yadnya Kasada 2026. Penutupan dilakukan mulai 30 Mei hingga 2 Juni 2026.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor PG.7/T.8/TU/HMS.01.08/B/05/2026 yang diterbitkan Balai Besar TNBTS pada 21 Mei 2026. Penutupan diberlakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan ritual adat masyarakat Tengger sekaligus proses pembersihan kawasan usai kegiatan.

Iklan

Dalam pengumuman itu dijelaskan, kawasan Gunung Bromo ditutup untuk seluruh aktivitas wisata sejak Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 00.00 WIB sampai Selasa, 2 Juni 2026 pukul 23.59 WIB. Wisatawan baru diperbolehkan kembali berkunjung mulai 3 Juni 2026 pukul 01.00 WIB.

Kepala Balai Besar TNBTS, Ir. Rudijanta Tjahja Nugraha, S.Hut., M.Sc, menyampaikan penutupan dilakukan dengan mempertimbangkan Surat Edaran Ketua Paruman Dukun Pandita Kawasan Tengger terkait pelaksanaan Yadnya Kasada tahun 2026.

“Memperhatikan Surat Edaran Ketua Paruman Dukun Pandita Kawasan Tengger Nomor 294/E/PDP-TENGGER/IV/2026 perihal Upacara ritual Yadnya Kasada tahun 2026, maka Kawasan Gunung Bromo dan sekitarnya ditutup untuk aktivitas wisata,” demikian bunyi pengumuman tersebut.

Hanya Peserta Ritual yang Diperbolehkan Masuk

Selama masa penutupan, kawasan Bromo hanya dibuka bagi masyarakat yang mengikuti Ritual Yadnya Kasada. Akses diberikan khusus kepada warga dengan identitas sesuai ketentuan dalam surat edaran Paruman Dukun Pandita Kawasan Tengger.

Sementara itu, pada 2 Juni 2026 kawasan hanya diperuntukkan bagi masyarakat serta petugas yang berkepentingan melakukan pembersihan area pasca ritual adat berlangsung.

Balai Besar TNBTS juga meminta seluruh pengunjung, pelaku jasa wisata, dan pihak terkait mematuhi kebijakan tersebut secara penuh. Langkah itu dilakukan demi menjaga kelancaran ritual adat sekaligus kelestarian kawasan konservasi.

Selain itu, pengelola wisata diimbau menyesuaikan jadwal kunjungan wisatawan agar tidak terjadi penumpukan pengunjung selama masa penutupan berlangsung.

Yadnya Kasada Jadi Agenda Sakral Masyarakat Tengger

Ritual Yadnya Kasada merupakan tradisi tahunan masyarakat Tengger yang digelar di kawasan Gunung Bromo. Upacara tersebut menjadi bentuk persembahan dan ungkapan syukur masyarakat kepada Sang Hyang Widhi.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat Tengger biasanya membawa hasil bumi maupun sesaji untuk dilarung ke kawah Gunung Bromo. Tradisi ini juga menjadi daya tarik budaya yang rutin menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.

Meski demikian, selama prosesi berlangsung, kawasan wisata ditutup untuk menjaga kekhusyukan ritual adat serta mendukung pengamanan kegiatan.

Balai Besar TNBTS berharap seluruh pihak dapat memahami kebijakan penutupan sementara tersebut dan ikut menjaga ketertiban selama pelaksanaan Yadnya Kasada 2026.

Iklan
Iklan
Iklan