SUARAMALANG.COM, Kota Malang– Semangat membangun generasi wirausaha muda mewarnai pembukaan Studentpreneur Bootcamp 2026 yang diselenggarakan Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) di Hall GKB IV Lantai 9, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kota Malang, Jumat (17/7/2026).
Mengusung tema “Entrepreneurial Mindset and Business Networking, Strategi Mengelola Bisnis Berkelanjutan”, kegiatan ini menghadirkan Menteri Pertanian RI Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., Ketua MCEBI Dr. Endang Rudiatin, M.Si., serta Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Mahfud Sholihin, Ph.D., Ak., CA., CPA (Aust).
Dalam kuliah umum, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengajak mahasiswa Muhammadiyah mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Menurutnya, mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional melalui kewirausahaan.
“Kalau ingin menjadi pengusaha yang sukses, mulailah dari sekarang. Bermimpilah besar, kemudian wujudkan dengan tindakan nyata,” ujar Amran.
Mentan Soroti Jaringan Muhammadiyah
Ia menuturkan pengalaman membangun usaha hingga berkembang menjadi perusahaan bernilai Pengalaman tersebut, katanya, membuktikan bahwa keberhasilan dapat diraih melalui kerja keras, keberanian mengambil peluang, dan konsistensi.
Amran juga menyoroti besarnya kekuatan jaringan Muhammadiyah yang memiliki sekitar satu juta mahasiswa di berbagai perguruan tinggi. Menurutnya, apabila sebagian besar mahasiswa mampu menjadi entrepreneur dan setiap usaha mempekerjakan puluhan tenaga kerja, dampaknya akan signifikan terhadap penurunan angka pengangguran di Indonesia.
“Bayangkan jika satu juta mahasiswa Muhammadiyah menjadi entrepreneur, kemudian setiap usaha mempekerjakan sekitar 30 orang. Dampaknya akan sangat besar dalam membantu mengurangi pengangguran di Indonesia,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kesuksesan tidak cukup hanya bermodal mimpi, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata.
“Rumusnya sederhana, bermimpi besar, bertindak besar, dan lakukan secara konsisten. Jangan mudah menyerah ketika menghadapi tantangan,” pesannya.
Selain bekerja keras, Amran mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara ikhtiar dan spiritualitas.
“Berdoalah dengan sungguh-sungguh, tetapi jangan berhenti pada doa. Setelah itu, lakukan tindakan yang maksimal karena keberhasilan lahir dari perpaduan doa, kerja keras, dan konsistensi,” tegasnya.
Menteri Minta Mahasiswa Lahirkan Entrepreneur
Mengakhiri sambutannya, Amran berharap mahasiswa Muhammadiyah menjadi pelopor lahirnya generasi entrepreneur yang mampu memperkuat perekonomian nasional.
“Indonesia membutuhkan lebih banyak pencipta lapangan kerja. Saya berharap generasi Muhammadiyah menjadi bagian dari solusi dan tampil sebagai pelopor pembangunan ekonomi bangsa,” pungkasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., menegaskan bahwa UMM berkomitmen memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah melalui berbagai program inkubasi bisnis.
Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Pertanian yang dinilai memberikan motivasi sekaligus membuka peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mencetak entrepreneur muda.
“Sejak pertama kali bertemu beliau sebelum menjadi menteri, saya melihat sosok yang memiliki semangat, kecerdasan, dan komitmen yang kuat dalam membangun Indonesia. Karena itu kami berharap sinergi ini terus berlanjut,” ujarnya.
Program Inkubasi Bakal Diperluas
Menurut Nazaruddin, program inkubasi bisnis akan terus diperluas di kampus-kampus Muhammadiyah untuk mencetak wirausahawan muda yang inovatif, profesional, dan berkarakter Islami.
“Kami akan terus menjalankan program inkubasi usaha di kampus-kampus Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Harapannya, lahir semakin banyak entrepreneur muda yang tangguh, profesional, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ia optimistis kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan akan memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional sekaligus mendukung program pembangunan, khususnya di bidang ekonomi, ketahanan pangan, dan pengembangan sumber daya manusia.
Melalui penyelenggaraan Studentpreneur Bootcamp 2026, UMM bersama MCEBI PTMA berharap mampu melahirkan generasi entrepreneur muda yang tidak hanya unggul dalam inovasi bisnis, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, integritas, dan kepedulian terhadap pembangunan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.
Pewarta: *Halim Ali















