Kebakaran TPA Supit Urang  Mereda, Diduga Akibat Pembakaran Sampah

SUARAMALANG.COM, KOTA MALANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berupaya mempercepat penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang dengan menambah dukungan peralatan pemadaman hingga tiga kali lipat.

Langkah ini dilakukan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses, sekaligus mengantisipasi dampak asap terhadap kesehatan masyarakat.

Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menyampaikan bahwa berdasarkan evaluasi di lapangan, peralatan yang tersedia saat ini mampu menangani area sepanjang sekitar 200 meter dalam waktu dua jam.

Dengan penambahan peralatan, Pemkot menargetkan kemampuan pemadaman meningkat menjadi sekitar 400–600 meter dalam dua jam.

“Kami berupaya meningkatkan kapasitas pemadaman dengan menambah peralatan dua hingga tiga kali lipat. Kebutuhan yang kami hitung sekitar 16 unit kendaraan atau peralatan suplai air dan delapan unit alat injeksi air untuk mempercepat penanganan titik api yang sulit dijangkau,” ujar Ali.

Ia menjelaskan, luas area terdampak yang telah teridentifikasi secara visual diperkirakan mencapai delapan hektare.

Sementara itu, panjang area yang perlu ditangani diperkirakan mencapai 4.000 meter lebih. Penghitungan kebutuhan peralatan akan terus disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan.

Menurut Ali, pengerahan peralatan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pemkot Malang, Pemerintah Kabupaten Malang, Pemerintah Kota Batu, kepolisian, TNI, hingga pihak swasta.

Dukungan tersebut mencakup peralatan suplai air, alat injeksi air, tandon, serta pengaturan titik pengambilan air agar proses pemadaman tidak terputus.

“Pengambilan air juga sudah kami perhitungkan, termasuk titik-titik sumber air yang bisa digunakan agar suplai tetap tersedia selama pemadaman berlangsung,” katanya.

Ali mengakui, kondisi geografis menjadi salah satu kendala utama. Kontur lahan yang tinggi menyulitkan akses sejumlah peralatan, sementara suhu panas, angin kencang, dan rumput kering mempercepat perambatan api.

Baca Juga:  Stok Beras Bulog Malang Tembus 28 Ribu Ton, Dijamin Aman hingga 6 Bulan

Ia membandingkan kondisi saat ini dengan kejadian kebakaran sebelumnya yang membutuhkan waktu hampir dua minggu untuk penanganan menggunakan sumber daya yang tersedia saat itu.

Dengan dukungan peralatan dan personel lintas instansi yang lebih besar, Pemkot berharap proses pemadaman kali ini dapat diselesaikan lebih cepat.

Meski demikian, ia tidak menyebutkan batas waktu pasti pemadaman karena proses penanganan masih bergantung pada kondisi lapangan dan perkembangan titik api.

Pemkot Siagakan Puskesmas, Warga Diimbau Gunakan Masker

Selain fokus pada pemadaman, Pemkot Malang juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak asap kebakaran. Ali mengatakan, koordinasi telah dilakukan dengan dinas terkait, rumah sakit daerah, dan seluruh puskesmas di Kota Malang untuk meningkatkan kesiapsiagaan pelayanan kesehatan.

Masker juga dibagikan kepada warga di kawasan yang terdampak lebih dekat. Masyarakat, terutama anak-anak, diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.

“Kalau ada masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan akibat dampak asap, silakan segera mendatangi puskesmas terdekat. Kami sudah meminta fasilitas kesehatan untuk bersiaga,” ujarnya.

Ali menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak kebakaran dan asap.

Ia menegaskan, pelayanan kesehatan diupayakan tetap dapat menjangkau warga meskipun dampaknya melintasi batas administratif Kota Malang dan Kabupaten Malang.

Menurutnya, Pemkot juga telah memfasilitasi pengobatan gratis bagi warga terdampak di sekitar Supit Urang melalui puskesmas yang melayani kawasan tersebut. Penanganan kesehatan akan disesuaikan dengan kebutuhan warga yang mengalami keluhan.

Baca Juga:  Polresta Malang Kota Apresiasi dan Penghargaan kepada Elemen Masyarakat Berprestasi

Akibat Pembakaran Sampah 

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kualitas udara selama kebakaran berlangsung.

Ia menyampaikan bahwa Pemkot meminta maaf kepada warga atas dampak yang ditimbulkan.

Masyarakat diharapkan menggunakan masker dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan pernapasan.

Terkait dugaan penyebab kebakaran, Raymond menyebut adanya informasi mengenai aktivitas pembakaran sampah oleh warga di area sisi selatan.

Namun, penelusuran lebih lanjut mengenai penyebab dan pihak yang bertanggung jawab merupakan kewenangan kepolisian.

“Untuk masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan, segera saja ke puskesmas. Terkait penyelidikan penyebab kebakaran, itu menjadi kewenangan kepolisian,” ujarnya.

Pemkot Malang berharap penambahan peralatan, koordinasi lintas instansi, serta kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dapat mempercepat penanganan kebakaran dan mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat.

Hingga pernyataan tersebut disampaikan, belum ada angka pasti mengenai jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat asap yang dilaporkan kepada Pemkot.

Untuk itu, masyarakat tetap diminta waspada dan mengikuti imbauan petugas selama proses pemadaman berlangsung.

Pewarta: *Halim Ali