SUARAMALANG.COM, Kota Malang–Menindaklanjuti arahan Gubernur Khofifah Indarparawansa, Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara yang salah satunya Jawa Timur sebagai “produsen” SDM dokter spesialis, maka RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) terus mempertegas komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan kedokteran spesialis berbasis rumah sakit (hospital based) sebagaimana program strategis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Melalui Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/103/2026, RSSA resmi ditetapkan sebagai Rumah Sakit Penyelenggara Pendidikan Utama, dan sebagai langkah awal implementasi program tersebut, pada Senin (15/6), di Aula THE IX Gedung Kantor Manajemen Kampus C Universitas Airlangga Surabaya, Direktur RSSA Dr. dr. Moch. Bachtiar Budianto, Sp.B, Subsp.Onk(K), FINACS, FICS, MMRS menandatangani perjanjian kerjasama kemitraan antara RSSA dengan Universitas Airlangga.
Ini merupakan langkah strategis RSSA yang akan membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular (BTKV) dengan sistem hospital based yang bermitra dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.
Melalui sistem hospital based ini, peserta didik akan langsung ditempatkan dan belajar di lingkungan klinis RSSA. Keunggulan utamanya terletak pada penekanan praktik langsung serta penanganan kasus-kasus nyata di lapangan, sehingga mampu mengasah kesiapan mental dan keterampilan para calon dokter spesialis secara maksimal.
Meski bertumpu pada lingkungan rumah sakit, kualitas lulusan dipastikan tidak akan berbeda dengan jalur akademik konvensional. Standar kompetensi yang diterapkan tetap setara dengan pendidikan spesialis jalur universitas (university based), karena seluruh kurikulum dan penilaian mengacu pada kolegium yang sama.
Untuk mendukung hal tersebut, RSSA siap mengoptimalkan seluruh fasilitas medis modern, keragaman kasus klinis, hingga bimbingan intensif dari para dokter ahli yang dimiliki demi menciptakan ekosistem belajar yang menyeluruh.
“RSSA nanti fokus pada penyelenggaraan PPDS program studi bedah toraks kardiak dan vaskular. Kami akan pastikan para peserta didik nantinya mendapatkan lingkungan belajar yang komprehensif. Ini juga merupakan komitmen RSSA yang tidak akan pernah berhenti mencetak dokter spesialis yang unggul,” tegas Direktur RSSA.
Penandatanganan perjanjian kerja sama ini menandai kesiapan penuh RSSA untuk bertransformasi sebagai salah satu rumah sakit penyelenggara PPDS Hospital Based terdepan.
Momentum ini tidak hanya memperkuat status hukum dan operasional RSSA sebagai pusat rujukan regional dan rumah sakit penyelenggara pendidikan utama, tetapi juga menjadi bukti nyata sumbangsih institusi dalam menaikkan derajat kualitas kesehatan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.
Pewarta: *MS Al Katiri






















