SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Seorang pengajar pondok pesantren di Kota Malang berinisial GM, terpaksa diserahkan ke Polresta Malang Kota oleh Organisasi Sosial Keagamaan, Yakuza Maneges, Selasa (28/7/2026) dini hari.
Terduga pelaku diduga berbuat tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) terhadap santrinya sendiri. Ironisnya, terduga pelaku memaksa santri putra memegang kemaluannya hingga mengeluarkan sperma.
Diduga, perbuatan tidak senonoh pelaku sudah dilakukan cukup lama. Aksi ini terungkap setelah korban, meminta bantuan terhadap Komnas Perlindungan Anak Indonesia. Komnas Perlindungan Anak kemudian berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Malang.
“Kasus ini terungkap setelah korban meminta pertolongan pada Komnas Perlindungan Anak. Komnas lalu berkoordinasi dengan Dinsos Kota Malang. Dinsos kemudian meminta kami Yakuza Maneges untuk bertindak dan mendampingi seluruh korban melapor ke Polres Malang Kota,” ungkap Ketua Tim Hukum Yakuza Maneges sekaligus pendamping korban tindak pidana asusila, Muhammad Zacky Chong, Selasa (28/7/2026) siang.
Yakuza Maneges merupakan organisasi sosial keagamaan pimpinan Gus Thuba yang getol membongkar perbuatan tindak pidana asusila di lingkungan pendidikan pesantren.
Menurut Zacky, dari hasil keterangan para korban, aksi tidak senonoh terduga pelaku, sudah dilakukan cukup lama.
“Ada 4 korban yang kami dampingi. Semua korban yakni laki laki usia masih dibawa umur pada saat kejadian,” tegasnya.
Zacky melanjutkan, perbuatan asusila yang dilakukan GM, sudah ia lakukan bahkan sejak 10 tahun lalu terhadap santri putra.
“Terakhir kejadian sekitar satu bulan lalu. Korban dipanggil terduga pelaku, diminta untuk mengaji kitab kuning. Namun setelahnya, korban justru mendapatkan perlakuan tidak terpuji,” beber Zacky.
Dari 4 korban laki laki yang dilakukan terduga GM, para korban bahkan diminta memegang alat kemaluan pelaku hingga ejakulasi. Kasus ini kini ditangani Polres Malang Kota. Yakuza Maneges melaporkan ke Polisi berikut menyerahkan terduga pelaku GM ke Polisi untuk proses penyidikan selanjutnya.















